
DUMAI - Sungai Nerbit Besar merupakan salah satu sungai terpanjang yang ada di Kota Dumai, Riau. Memiliki panjang sekitar 12 kilometer, Sungai Nerbit menjadi tumpuan para nelayan di Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, untuk hilir mudik melaut.
Berjalannya waktu sungai tersebut pun mengalami pendangkalan karena penumpukan endapan lumpur. Sungai yang memiliki akses langsung ke laut ini perlu dilakukan normalisasi, agar nelayan bisa kembali menggunakan sungai tersebut untuk keluar dan masuk menuju laut.
Melihat kondisi tersebut Forum Masyarakat Nelayan Sungai Nerbit Besar Kelurahan Lubuk Gaung, mengajukan permohonan bantuan ke PT Energi Sejahtera Mas untuk melakukan normalisasi sungai itu. Pihak perusahaan pun langsung menyambut hal itu dengan melakukan normalisasi Sungai Nerbit Besar.
Humas PT Energi Sejahtera Mas (ESM) Anggaria Lopis didampingi Lismanto mengatakan kepada GoRiau.com (GoNews Grup), mengingat Sungai Nerbit Besar merupakan sungai yang selama ini menjadi jalur utama nelayan, serta warga masyarakat yang beraktifitas di kawasan Lubuk Gaung.
"Setelah kita lakukan survei memang sungai itu telah mengalami pendangkalan, akibat endapan lumpur khususnya dibibir muara sungai. Akibatnya, masyarakat (nelayan) yang biasa menggunakan sungai itu mengalami kesulitan untuk melintasinya," ujarnya.
Atas dasar tersebut PT ESM melakukan normalisasi sungai, agar masyarakat bisa menggunakan sungai tersebut untuk kegiatan ekonomi mereka. Normalisasi pun telah dilaksanakan dan belum lama ini telah selesai.
"Normalisasi sungai tersebut dilakukan perusahaan menggunakan program Corporate Social Responsibility (CSR). Harapannya, masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan lagi, akibat terjadinya pendangkalan," ungkapnya.
Salah satu tokoh masyarakat di Kelurahan Lubuk Gaung Ujang mengatakan, bahwa pelaksanaan normalisasi sungai sudah mencapai 95 persen pengerjaannya, dan sekarang tinggal finishing atau pembetulan saja dengan ukuran panjang sungai yang dinormalisasi sepanjang 1,2 kilometer dan lebar sungai 12 meter sampai dengan 17 meter.
"Sungai ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Lubuk Gaung yang terdiri dari masyarakat nelayan, bisnis kelapa sawit serta kayu arang yang terletak antara perusahaan PT Energi Sejahtera Mas dan PT Ivomas Tunggal," katanya.
Dengan adanya normalisasi ini, besar harapan dirinya, kapal nelayan tidak perlu menunggu air laut pasang, karena sudah bisa dilewati kapal. Kepedulian perusahaan dapat menumbuh kembangkan perekonomian masyarakat di lingkungan perusahaan.
"Semoga kegiatan Program CSR perusahaan ini dilanjutkan dan berkesinambungan," harapnya.***