
PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan masih membutuhkan perhatian khusus di wilayah Provinsi Riau dan Pulau Sumatera secara umum. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mendeteksi kemunculan puluhan titik panas atau hotspot yang tersebar di berbagai daerah, Rabu (24/6/2026).
Berdasarkan rekaman satelit terbaru, terdapat 55 titik panas yang menyebar di sepanjang daratan Pulau Sumatera hingga batas waktu pemantauan pukul 23.00 WIB. Dari keseluruhan angka tersebut, sebagian di antaranya terpantau jelas berada di wilayah administratif Provinsi Riau.
"Total hotspot di wilayah Riau terpantau sebanyak enam titik, dengan sebaran terbanyak berada di Kabupaten Siak," ungkap Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Sanya G.
Enam titik panas di Riau ini terbagi secara spesifik di tiga wilayah kabupaten dan kota. Kabupaten Siak mendominasi temuan dengan jumlah tiga titik panas, disusul oleh Kota Dumai yang mencatatkan dua titik, serta satu titik lainnya terdeteksi di wilayah Kabupaten Bengkalis.
Kehadiran titik api ini menunjukkan kerawanan lahan terhadap potensi kebakaran masih cukup tinggi. Hal ini menjadi catatan penting bagi tim satuan tugas serta warga setempat untuk terus memantau area lahan gambut dan kawasan hutan, meski sebagian wilayah Riau saat ini juga tengah diwarnai potensi curah hujan dari pagi hingga malam hari. ***