
PEKANBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau mencatat, sudah ada sekitar 575 sekat kanal yang dibangun diseluruh kabupaten di Provinsi Riau. Tujuannya, agar lahan gambut tetap lembab meski saat ini Riau tengah dilanda musim kemarau kering.
500-an lebih sekat kanal ini dibangun secara swadaya oleh polisi, masyarakat dan instansi terkait lainnya. Ini disebut-sebut upaya paling murah dalam mengantisipasi pemicu kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) Riau.
"Modalnya hanya Rp5 ratus hingga Rp1 juta untuk setiap sekat kanal. Murah sekali. Kita punya target hingga ribuan sekat kanal yang bakal dibagun di lahan-lahan yang rawan terbakar," ujar Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo.
Guntur yang ditemui GoRiau.com di ruang kerjanya, Selasa (15/3/2016) siang melanjutkan bahwa setiap harinya, ada sekitar 15 sekat kanal yang dibangun di masing-masing kabupaten. "Disamping itu kita perkuat sosialisasi agar warga tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan," jawabnya.
Hingga Maret 2016, Polda Riau dan jajaran Polres sudah menetapkan 41 orang sebagai tersangka yang terlibat pembakaran lahan dan hutan. Mayoritas mereka adalah petani perkebunan dengan total luas lahan yang dipadamkan sekitar 264 hektar. ***