DUMAI, GORIAU.COM - Terkait kecelakaan kerja yang kembali menelan korban mengundang komentar dari berbagai elemen masyarakat. Salah seorang advokad Muhammad Subekhi kepada GoRiau.com Senin (25/11/2013) menyebutkan dalam persoalan ini seperti ada unsur kesengajaan atau pembiaran terhadap keselamatan kerja yang tidak sesuai standar pengamanan.

"Ini ada unsur pembiaran, dimana keselamatan kerja yang menyangkut terhadap keselamatan nyawa manusia oleh pertamina Dumai seperti ada pembiaran. Sehingga Pertamina seperti tidak mementingkan keselamatan akan nyawa pekerjanya," ujar Subekhi.

Belajar dari berbagai kasuas laka kerja di PT Pertamina, sebelumnya sudah adanya korban jiwa dimana satu orang pekerja tewas pada Oktober lalu akibat semburan air panas.

"Dari rentetan daftar korban jiwa akibat kecelakaan kerja tersebut seharusnya PT Pertamina memperketat dan kian memperhatikan keselamatan kerja, jangan hanya memperoleh dan memproduksi saja sementara nyawa manusia tidak diperhatikan." jelasnya.

Dalam persoalan ini, kata Subekhi, penerbit atau pemberi izin operasional PT Pertamina harus kembali meninjau ulang akan kelayakan dan standar keselamatan kerja di areal operasional Pertamina. Dengan usia yang sudah hitungan tahun bisa jadi belum dilakukan peremajaan sehingga mengarah kepada pelanggaran UUD ketenaga kerjaan.

"Kelayakan operasional Pertamina harus ditinjau kembali dimana selama ini apakah dilakukan peremajaan pada pabrik operasional Pertamina, sehingga setiap kali adanya insiden kerap berdampak kepada kecelakaan kerja yang merenggut nyawa manusia." ujarnya.

Sebelumnya dikabarkan, kilang minyak PT Pertamina RU II Dumai kembali menelan korban. Kali ini diakibatkan terbakarnya salah satu bagian pada mesin operasional kilang minyak Pertamina pada Minggu (24/11/2013) dini hari tadi.

Public Relationship PT Pertamina RU II Dumai, Yefrizon Senin (25/11/2013) mengakui adanya insiden Minggu malam, dan akibatnya tiga korban mengalami luka bakar.

"Memang ada musibah, tapi dua diantara tiga korban sudah mulai bekerja kembali. Sementara satu pekerja harus mendapat perawatan intensif pihak rumah sakit." ujar Yefrizon.

Saat ini tambahnya, adanya pengerjaan TA di operasional Pertamina, tenaga kerja yang terkena musibah kali ini terdiri dari 3 orang pekerja TA.

"Saat ini kan sedang adanya proyek TA di operasional Pertamina jadi pekerja TA lah yang terkena musibah akibat adanya pengelaan," sebutnya.

Ditambahkan Yefrizon, kecelakaan ini sudah yang kedua kalinya terjadi dalam kurun waktu selama 2013.

"Ini yang kedua setelah kemarin pada bulan Oktober adanya semburan air panas yang mengakibatkan satu pekerja outsourching meninggal Dunia." ujarnya.(egy)