BENGKALIS, GORIAU.COM - Peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak sekedar sebagai acara seremonial, tapi harus bisa memotivasi umat Islam untuk selalu mengamalkan ajaran Rasullah SAW. Dengan menjalankan ajaran Rasulullah SAW, diharapkan masyarakat Bengkalis bisa secara bersama-sama membangun daerah ini untuk kemajuan umat.

Demikian harapan yang disampaikan Wakil Bupati Bengkalis, H Suayatno pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang ditaja Paguyuban Keluarga Jawa Bengkalis (PKJB) bersama masyarakat Dusun Simpang Ayam, Desa Meskom Bengkalis, Kamis (31/1/2013) malam.

Selain itu, Wabup juga mengajak masyarakat selalu meningkatkan keimanan dan memperkuat ukhuwah Islamiah karena ukhuwah penting sebagai benteng atau filter terhadap pengaruh globalisasi yang dapat merusak moral umat.

“Saya yakin perayaan ini bukan sekedar seremonial belaka, namun bisa memotivasi kita untuk mencontohi aspek-aspek pribadi Nabi dalam kehidupan individu, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dan mudah-mudahan seluruh usaha kita dalam membangun kehidupan bangsa dan negara terlebih daerah yang kita cintai ini,” ungkap Ketua PKJB ini.

Wabup juga menjelaskan salah satu kebiasaan Rasullah yang patut dicontoh oleh umat Islam adalah shalat berjamaah di masjid. Sebagai umat Islam maka kita dituntut mengikuti kebiasaan Rasullah yakni shalat berjamaah di masjid. Hikmah yang dapat dipetik dari shalat berjamaah, mampu meningkatkan ukhuwah Islmiah dan keimanan seseorang.

“Hal ini perlu saya sampaikan, mengingat saat ini ada sebagian umat Islam belum terbiasa shalat berjamaah di masjid atau musolla. Untuk itu, melalui momentum peringatan Maulid Nabi ini, saya mengajak umat Islam untuk membiasa shalat berjamaah di masjid,” ujarnya.

Disamping itu mantan Wakil Ketua DPRD Bengkalis ini menerangkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bengkalis gencar kampanye budaya maghrib mengaji. Untuk mendukung program ini, pemerintah mencetak 10 ribu eksampler Al Quran yang dibagikan kepada masjid, musola, lembaga pendidikan dan pemerintah, serta warga kurang mampu.

Tidak hanya program budaya maghrib mengaji, Pemkab Bengkalis juga mencanangkan program tadarus sebelum proses belajar mengajar di sekolah dimulai. Langkah ini dilakukan, sebagai bekal dan benteng bagi generasi muda agar tidak terpengaruh budaya-budaya asing. Mengingat saat ini orang tua dihadapkan dengan pengaruh kenakalan remaja, narkoba, tawuran dan pergaulan bebas. “Kita perlu membentengi generasi muda Islam dengan Al Quran,” tegas Wabup. (jfk)