PEKANBARU – Kebijakan progresif diambil Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menuntaskan persoalan kesejahteraan tenaga pendidik. Sebanyak lebih dari 1.100 guru kini resmi menyandang status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu dengan standar upah yang melampaui regulasi minimum.

Langkah ini mencatatkan Pekanbaru sebagai satu-satunya kabupaten/kota di Provinsi Riau yang memberikan apresiasi finansial di atas Upah Minimum Regional (UMR) bagi kategori pegawai paruh waktu. Kebijakan tersebut menjadi oase bagi para guru yang selama ini menanti kejelasan nasib dan peningkatan penghasilan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru, Syafrian Tommy, menegaskan bahwa hak-hak keuangan para tenaga pendidik tersebut telah dikirimkan langsung ke rekening mereka. Ia menyebut hal ini sebagai komitmen nyata pemerintah dalam menghargai dedikasi guru.

“Gaji PPPK paruh waktu telah ditransfer. Bahkan, dapat dikatakan Pemko Pekanbaru menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Riau yang memberikan gaji PPPK paruh waktu di atas UMR,” ungkap Syafrian Tommy saat memberikan sambutan dalam pembukaan Pesantren Kilat Tahsin dan Tahfiz Alquran di Masjid Al Fida', Sabtu (14/2/2026).

Peningkatan penghasilan ini dirasakan sangat signifikan, terutama bagi guru yang telah memiliki sertifikat pendidik. Komponen pendapatan mereka terdiri dari gaji pokok sebagai PPPK paruh waktu sebesar Rp2 juta, yang kemudian ditambah dengan tunjangan sertifikasi sebesar Rp2 juta.

Pria yang menjabat sebagai pucuk pimpinan di Dinas Pendidikan Pekanbaru tersebut menguraikan bahwa total pendapatan guru bisa menyentuh angka Rp4 juta per bulan. Selain besaran nominal, pemerintah juga melakukan perubahan pada sistem birokrasi pencairan dana.

“Yang lebih membahagiakan, tunjangan sertifikasi yang sebelumnya dibayarkan setiap tiga bulan, kini disalurkan setiap bulan. Hal ini tentu diharapkan dapat menambah semangat dan motivasi para tenaga pendidik dalam menjalankan tugasnya,” urainya di hadapan para wali murid dan siswa kelas VI Sekolah Dasar.

Tommy menambahkan, capaian kesejahteraan ini tidak datang begitu saja, melainkan hasil dari berbagai ikhtiar termasuk penguatan karakter religius di lingkungan pendidikan. Melalui program Pekanbaru Cinta Alquran, ia meyakini keberkahan akan terus mengalir bagi dunia pendidikan di Kota Bertuah.

“Upaya menggaungkan Alquran di sekolah-sekolah terus kami lakukan. Kami percaya, dengan niat yang baik dan usaha yang sungguh-sungguh, rezeki akan datang dari arah yang tidak disangka-sangka,” sambungnya mengakhiri penjelasan terkait skema baru penggajian tersebut.***