BENGKALIS, GORIAU.COM - Sering mengalami kekurangan dana pemeliharaan jalan, membuat DPRD Bengkalis geram. Karenanya, pada tahun 2013 mendatang, DPRD minta Pemkab mengalokasi dana yang lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.

Anggota DPRD Bengkalis, Sofyan mengatakan anggaran pemeliharan jalan setiap kecamatan harus lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Hal itu untuk mengantisipasi kerusakan jalan tidak bertambah parah, terutama di titik-titik yang tidak ada peningkatan pembangunan pada tahun 2013.

''Pengalaman tahun sebelumnya, Pemkab Bengkalis selalu kehabisan dana pemeliharan jalan di pertengahan tahun. Padahal di beberapa lokasi kerusakan jalan semakin hari bertambah parah. Pemkab terpaksa menunggu pembahasan APBD Perubahan untuk memasukkan anggaran, realisasinya baru berjalan di akhir tahun, sementara kerusakan semakin parah,''ujarnya.

APBD Bengkalis cukup besar pada tahun 2013 yakni Rp4,7 triliun, belum lagi Silpa tahun 2012. ''Saya sarankan anggaran untuk pemeliharaan jalan harus lebih besar dari tahun sebelumnya,” ujar Sofyan.

Menurut politisi asal Bantan ini, dengan anggaran yang besar Pemkab bisa mengambil langkah cepat ketika terjadi kerusakan jalan sehingga kerusakan jalan tidak bertambah parah.

“Apa yang terjadi selama ini kiranya menjadi pengalaman bagi kita semua, kerusakan akan mudah ditangani kalau dana saving juga tersedia. Dan kerusakan tidak bertambah parah, karena antisipasinya cepat dilakukan. Saya kira usulan ini sangat mudah dilakukan, karena anggaran kita cukup besar,” katanya.

Terkait dana pemeliharaan jalan itu sendiri kata Sofyan, dibagi per kecamatan sesuai kebutuhan. Kecamatan yang jalannya rusak lebih banyak, anggarannya harus lebih besar dari kecamatan yang lain. Begitu juga di kecamatan yang minim pembangunan peningkatan jalan tahun 2013 ini.

“Seperti disampaikan beberapa waktu lalu, bahwa tahun 2013 ini berkemungkinan proyek My sudah berjalan. Untuk lokasi yang tidak dilewati proyek multiyears (MY) dan proyek reguler, sebaiknya anggaran pemeliharaan jalan diperbanyak. Seperti jalan poros dari Ketamputih-Kelemantan lalu Sekodi, dan Kembung Luar-Teluk Lancar,” pintanya.

Sementara itu jalan poros di Desa Kembung Luar Kecamatan Bantan kembali mengalami kerusakan, terutama di Dusun Keruang. Beberapa titik terlihat berlubang dan membahayakan pengguna jalan. Rusaknya jalan tidak terlepas banyaknya kenderaan pengangkut material yang lalu lalang di jalan tersebut, sementara kondisi jalan tidak begitu kuat. (jfk)