PEKANBARU, GORIAU.COM - Penggunaan nama jalan khususnya jalan-jalan protokol di Pekanbaru tidak mencirikan kebesaran nama pahlawan yang disandang. Paling tidak seperti yang terlihat di Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru.

Meski jalan protokol dua jalur ini memakai dua nama proklamator, namun kondisinya masih memprihatinkan. Jalan yang masuk kategori terpanjang di Pekanbaru karena terhitung dari Simpang Jalan Riau hingga Simpang Kubang, dipenuhi masalah.

''Belum selesai masalah dengan Kimar Sarah, jalan ini juga bermasalah dengan banyaknya lobang menganga mulai dari Simpang Empat Arengka hingga Simpang Kubang. Selain itu kemacetan juga sering terjadi di depan Pasar Pagi Arengka. Belum lagi banyaknya truk bertonase berat yang sering parkir di sisi kiri dan kanan jalan ini,'' ujar Satria kepada wartawan, Jumat (15/2/2013).

Menurutnya, dimana-mana daerah, kalau jalan itu menggunakan nama pahlawan besar seperti Soekarno Hatta, pasti jalannya bagus dan mungkin yang terbaik di daerah itu.

''Tapi di Pekanbaru, jalan ini selalu melahirkan masalah. Saya tak tahu, apakah pemerintah melihat persoalan ini atau tidak,'' ujar mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Pekanbaru ini.

Ditambahkannya, pemerintah harus memberi perhatian lebih untuk Jalan Soekarno Hatta karena jalur ini termasuk sibuk dan strategis di Kota Pekanbaru. (nti)