
PEKANBARU – Pihak penyelenggara program Makan Bergizi Gratis (MBG) menanggapi temuan buah salak busuk dan berulat dalam paket makanan yang dibagikan kepada siswa SMA Negeri 7 Pekanbaru pada Senin, 10 Maret 2026.
Kepala Kantor Pelayanan Pangan Gizi Wilayah Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat, Syarti Widya, mengatakan pihaknya telah menegur satuan penyedia pangan setelah menerima informasi tersebut. Ia menyebut kejadian itu terjadi akibat kelalaian saat proses penyortiran bahan baku.
“Terkait yang busuk itu saya sudah langsung menegur pihak penyedia. Ada kelalaian dalam proses sortir bahan baku saat datang. Ke depan harus lebih ditingkatkan lagi dan benar-benar disortir dengan baik,” kata Syarti saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026).
Menurut dia, proses penyortiran bahan makanan dalam program MBG tidak dilakukan dalam jumlah kecil. Dalam satu kali distribusi, jumlah bahan yang harus diperiksa bisa mencapai ribuan.
“Bahan yang disortir bukan 100 atau 200, tetapi bisa mencapai sekitar 2.000 hingga hampir 3.000. Mungkin saja ada yang terlewat,” ujarnya.
Meski demikian, Syarti menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan memastikan evaluasi akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 7 Pekanbaru, Amri, mengatakan pihak sekolah akan terlebih dahulu mengonfirmasi temuan tersebut kepada penyelenggara program MBG.
“Terima kasih atas informasinya, nanti akan kami komunikasikan dan konfirmasi kepada pihak MBG terkait laporan tersebut,” kata Amri.
Sebelumnya, seorang siswa SMA Negeri 7 Pekanbaru menemukan buah salak yang sudah busuk dan berulat dalam paket MBG yang dibagikan kepada siswa kelas XII. Temuan itu sempat direkam dalam video saat siswa membuka paket makanan tersebut.
Dalam paket MBG yang dibagikan pada hari itu, siswa menerima empat butir telur puyuh, satu buah salak, dan satu kue bolu kemojo. Buah salak yang busuk tersebut baru diketahui setelah siswa mencoba mengupasnya.
Hingga kini, pihak penyelenggara menyatakan akan memperketat proses penyortiran bahan makanan sebelum didistribusikan kepada siswa. ***