PEKANBARU – Warga di Jalan Beringin Ujung, Kelurahan Sungai Sibam, Kecamatan Binawidya, menanam batang pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang belum tersentuh pembangunan. Aksi tersebut terjadi pada awal Maret 2026 dan videonya beredar luas di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat jalan tersebut masih berupa tanah dan belum diaspal. Saat hujan turun, jalan berubah menjadi becek dan tergenang air sehingga menyulitkan kendaraan untuk melintas. Sejumlah warga kemudian menanam batang pisang di tengah jalan sebagai simbol kekecewaan terhadap kondisi infrastruktur di wilayah itu.

Anggota DPRD Kota Pekanbaru Komisi IV, Zulfan Hafiz, menilai kondisi tersebut menunjukkan belum meratanya pembangunan infrastruktur di Pekanbaru. Ia mengatakan pemerintah kota tidak boleh hanya fokus memperbaiki jalan di kawasan perkotaan.

“Perbaikan infrastruktur jangan hanya fokus di pusat kota saja, tetapi harus merata sampai ke seluruh wilayah yang masuk Kota Pekanbaru,” kata Zulfan Hafiz saat ditemui di Kantor DPRD Pekanbaru, Rabu (11/3/2026) sore.

Menurut politisi Partai NasDem itu, jalan di wilayah Sibam hingga kini bahkan belum pernah tersentuh pembangunan. Kondisinya masih berupa jalan tanah, berbeda dengan sejumlah jalan di daerah lain yang sudah berlapis aspal.

“Ini bukan sekadar jalan rusak, tapi jalan tanah yang sama sekali belum pernah tersentuh pembangunan. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah kota,” ujarnya.

Zulfan juga menilai aksi warga menanam pisang di tengah jalan merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap lambannya pembangunan infrastruktur di wilayah mereka.

“Itu bentuk protes warga. Mereka sudah membayar pajak, tetapi belum merasakan pembangunan,” kata anggota dewan dapil Binawidya dan Tuah Madani itu.

Ia mengingatkan Pemerintah Kota Pekanbaru agar memanfaatkan anggaran daerah secara maksimal untuk pembangunan infrastruktur dasar, termasuk perbaikan jalan di kawasan pinggiran kota.

Menurut dia, besarnya penerimaan daerah, termasuk dari opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), seharusnya dapat digunakan untuk memperbaiki kondisi jalan yang belum tersentuh pembangunan.

“Gunakan pajak-pajak itu untuk perbaikan jalan dan pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat,” ujar Zulfan.

Ia berharap pemerintah kota segera menjadikan perbaikan jalan di kawasan Sibam sebagai prioritas agar warga tidak terus menghadapi kesulitan akses, terutama saat musim hujan.

Disisi lain, Goriau telah mencoba melakukan konfirmasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang melalui Pelaksana tugas (Plt) Kepala PUPR Kota Pekanbaru Edward Riansyah namun pesan yang dikirimkan tak berbalas. ***