
DURI - Sejak tahun 2007 silam hingga saat ini, SMAS Cendana Duri masih aktif mengikuti program pertukaran pelajar melalui lembaga Bina Antarbudaya AFS. Tahun ini ada 2 orang anak didiknya yang akan mengikuti pertukaran pelajar. Satu diantaranya Patita Rana yang mendapat kesempatan belajar di Italia dan satu orang lagi Naufal Murtadza masih menunggu kepastian negara yang akan dituju yakni Turki atau Rusia.
Demikian dikatakan Wakil Kepala Sekolah SMAS Cendana Duri, Drs H Albohari kepada Goriau.com, Selasa (19/4/2016) diruang kerjanya. "Patita Rana sudah lulus seleksi pertukaran belajar ke Italia. Sementara Naufal baru ada kepastian, Mei mendatang antara Turki atau Rusia," kata Albohari.
Dijelaskan Albohari, Bina Antarbudaya ini adalah organisasi nirlaba yang merupakan mitra dari AFS Intercultural Program, Inc, yang bertanggung jawab dalam melaksanakan program-program pertukaran pelajar seperti AFS dan YES. Hampir setiap tahun siswa SMAS Cendana Duri mengirimkan siswanya untuk mengikuti seleksi.
"Dia ada beberapa pilihan negara, namun karena anak didik kita Patita dapat penempatan di negara Italia, tentunya anak yang bersangkutan juga harus maksimalkan kemampuannya dalam berbahasa Italia untuk membantu proses penyesuaian dirinya. Karena dalam kesempatan itu, anak kita menjadi duta Indonesia. InsyaAllah tahun depan ada 16 siswa yang kita persiapkan untuk mengikuti program pertukaran pelajar ini," terang Albohari.
Sementara itu, Patita Rana saat dikonfirmasi mengaku sudah siap untuk berangkat ke Italia dalan program pertukaran pelajar tersebut. Baginya, ke Italia tidak hanya belajar pendidikan formal saja, melainkan bisa mempromosikan budaya Indonesia dicantah internasional dengan pulungan pelajar dari berbagai negat.
"Diakhir program nanti, kami akan memperoleh keterampilan baru yang semua orang tidak bisa dapatkan itu. Keterampilan ini nantinya akan membantu kami memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan kebudayaan manapun. Selain itu juga akan melatih anak mandiri, bertanggung jawab dan fleksibel. Itu akan sangat berguna disemua jenjang kehidupan nanti," jelas Rana.
Menurut Rana, menjadi siswa pertukaran antarbudaya adalah pengalaman yang luar biasa. Tentu saja kamu akan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan walaupun tantangan pasti ada.
"Tinggal jauh dari keluarga selama satu tahun tentu tidak mudah. Tetapi yang kami dapatkan dari berbagai eksplorasi bisa memperkaya pengalaman dan pengembangan dirimu secara program," tutup Rana. (*/rha)