
BENGKALIS, GORIAU.COM - Tradisi merayakan kelulusan Ujian Nasional (UN) dengan aksi coret baju dan konvoi sepeda motor di jalan raya, masih saja dilakukan para siswa kendati pihak sekolah telah mengingatkan agar tidak melakukan aksi yang kurang bermanfaat itu.
Seperti yang terjadi pada saat pengumuman kelulusan UN tingkat SMP, Sabtu (14/6). Siswa dan siswa yang baru mendapatkan informasi bahwa dirinya lulus, langsung melakukan konvoi dengan bersepeda motor mengelilingi Kota Bengkalis tanpa memakai helm.
Aksi ini cukup meresahkan pengguna jalan raya. Karena selain melakukan aksi konvoi, anak-anak remaja ini juga mengebut di jalan raya tanpa mengikuti peraturan berlalu lintas dan memakai kanalpot reseng, sehingga menimbulkan suara bising.
"Gimana anak anak sekolah ni, tak tahu aturan berlalu lintas, kalau terjadi kecelakaan siapa yang rugi," tutur pengguna, salah seorang pengguna jalan melintas di depan Taman Andam Dewi, Bengkalis.
Kasat Lantas Polres Bengkalis, AKP Roni Syahendra ketika dihubungi terkait aksi konvoi dan kebut-kebutan siswa yang merayakan kelulusan UN ini, mengatakan pihaknya telah melakukan antisipasi dengan menstandykan anggotanya di tiap SMP yang mengumumkan kelulusan UN agar mereka tidak melakukan konvoi karena mengganggu pengguna jalan.
''Kita juga telah tetap mengimbau melalui pihak sekolah dan langsung ke anak-anak sekolah bagi yang lulus agar tidak melakukan konvoi dengan menggunakan sepeda motor. Jika masih ada anak-anak sekolah melakukan konvoi di jalanan dengan bersepeda motor, memang mereka tidak menaati iimbauan kami dan pihak sekolah,'' ujarnya.
Selain konvoi di jalan, di Taman Andam Dewi para siswa dan siswa juga larut dengan kegembiraan dengan melakukan aksi coret-coret baju dengan cat pilot. Momen coret-coret baju itu juga mereka abadikan dengan foto-foto beramai-ramai.
Hasil UN tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2014 yang diumumkan serentak, Sabtu kemarin, Kabupaten Bengkalis meraih hasil yang membanggakan dengan angka kelulusan mencapai 99 persen.
Dari 9.426 siswa di Kabupaten Bengkalis yang mengikuti UN tingkat SMP, hanya satu orang yang tidak lulus. Satu orang siswa yang tidak lulus UN tersebut berasal dari SMP Negeri 2 Bengkalis.(jfk)