
JAKARTA - Paradigma pemenjaraan di Indonesia kini perlahan bergeser dari sekadar pengurungan menjadi pusat kegiatan produktif. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tengah membangun sistem lapas yang mandiri secara ekonomi.
Kriminolog Universitas Indonesia, Prof Muhammad Mustofa merespons positif langkah Kemenimipas yang membuka lahan pertanian, peternakan, hingga pabrik pupuk organik di Pulau Nusakambangan. Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan fondasi agar penjara tidak lagi bergantung pada pasokan luar.
"Penjara itu harus bisa menghidupi dirinya sendiri. Ada sumber daya manusia dan lahan yang bisa dimanfaatkan," tuturnya, Jumat (14/8/2026).
Hapus Stigma Hotel Prodeo
Konsep pemasyarakatan yang sekadar mengurung dan memberikan makan dinilai merugikan keuangan negara. Berpegang pada teori The Economics of Crime and Punishment, penjara modern mengharuskan setiap narapidana untuk bekerja layaknya di lingkungan industri.
Mustofa menilai warga binaan harus membayar masa hukumannya melalui keringat dan produktivitas. Pendapatan yang dihasilkan dari kerja keras narapidana tersebut langsung disalurkan kembali untuk membiayai kebutuhan lapas.
"Orang masuk penjara harus bayar dengan bekerja. Jangan sampai negara mengeluarkan uang terus, sehingga muncul stigma penjara itu sebagai Hotel Prodeo," paparnya.
Pengelolaan Bisnis Profesional
Lebih lanjut, ia mengkritisi penggunaan teori rehabilitasi yang selama ini menjadi landasan pembinaan di Indonesia. Berbagai riset menunjukkan bahwa teori tersebut minim bukti keberhasilan dalam memperbaiki perilaku pelanggar hukum.
Sebagai gantinya, Mustofa mendorong penerapan aktivitas industri yang terstruktur di dalam lapas. Namun, operasional industri ini mutlak membutuhkan tenaga profesional dari luar lembaga pemasyarakatan agar berjalan layaknya perusahaan sungguhan.
"Industri ini jangan sekadar kegiatan biasa, tapi betul-betul profesional. Danantara bisa masuk berinvestasi di lembaga-lembaga pemasyarakatan sesuai iklim di sekitarnya," tutupnya.***