PEKANBARU – PSPS Pekanbaru menghadapi situasi krusial dalam upayanya meraih tiket promosi ke Liga 1 musim 2025/2026. Dengan hanya tiga laga tersisa di putaran kedua babak delapan besar Liga 2, peluang PSPS untuk lolos otomatis ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia masih terbuka, meski semakin tipis.

Saat ini, PSPS berada di peringkat ketiga klasemen sementara grup X dengan raihan tiga poin. Posisi ini sejajar dengan Deltras FC yang juga mengoleksi tiga poin di peringkat kedua. Di puncak klasemen, PSIM Yogyakarta kokoh dengan sembilan poin, sementara Persiraja Banda Aceh menempati dasar klasemen dengan poin yang sama seperti PSPS dan Deltras. Dengan selisih enam poin dari PSIM, PSPS harus memenangkan semua laga tersisa sambil berharap PSIM mengalami kekalahan di dua pertandingan mereka.

Sekretaris PSPS Pekanbaru, M Teza Taufik, menyebut peluang untuk menjadi juara grup X masih ada, meski berat.

"Kemungkinan untuk juara grup masih bisa, tetapi kita harus memenangkan tiga sisa laga terakhir dan PSIM Yogyakarta harus mengalami kekalahan," ujar Teza, Selasa (4/2/2025). Meski demikian, skenario ini tampaknya sulit mengingat performa PSIM yang belum terkalahkan sejauh ini.

Melihat kenyataan tersebut, Pelatih PSPS, Aji Santoso, lebih realistis menargetkan posisi runner-up grup, yang masih membuka peluang promosi melalui jalur play-off.

"Kemungkinan besar untuk otomatis lolos ke Liga 1 memang berat karena PSIM Yogyakarta tampil konsisten. Kami akan fokus mengejar posisi runner-up agar bisa bertarung di babak play-off," jelasnya.

Tantangan PSPS bukan hanya soal perolehan poin, tetapi juga konsistensi permainan. Dua kekalahan beruntun di babak delapan besar putaran pertama melawan PSIM Yogyakarta (0-1) dan Deltras FC (0-2) menjadi pukulan berat bagi tim. Kekalahan tersebut memperkecil peluang PSPS menjadi juara grup, namun Teza menegaskan tim kini fokus membenahi taktik dan menjaga mental pemain. "Selain taktikal, kami juga fokus menjaga mental pemain setelah dua kekalahan beruntun," tambahnya.

PSPS Pekanbaru masih memiliki keuntungan dengan dua laga kandang yang akan datang. Pertandingan pertama akan melawan Deltras FC pada 6 Februari di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai, diikuti laga melawan Persiraja Banda Aceh pada 11 Februari di stadion yang sama. Bermain di depan pendukung sendiri diharapkan bisa menjadi suntikan semangat bagi skuad PSPS. Namun, tantangan terbesar akan datang di laga tandang terakhir menghadapi PSIM Yogyakarta pada 17 Februari di Stadion Mandala Krida. Mengalahkan PSIM di kandang mereka sendiri tentu menjadi ujian berat bagi PSPS.

Jika PSPS mampu meraih kemenangan di dua laga kandang dan setidaknya mencuri poin di laga tandang melawan PSIM, mereka berpeluang besar mengamankan posisi runner-up. Namun, jika kembali kehilangan poin, peluang promosi akan semakin menjauh. Dengan situasi saat ini, PSPS berada di ujung tanduk, namun perjuangan belum selesai. Segala kemungkinan masih bisa terjadi di sisa tiga laga penentuan ini. ***