TELUKKUANTAN, GORIAU.COM - Suasana pacu jalur hari kedua di Tepian Datuak Simambang Rajo Nan Putiah Sentajo Raya, Kuantan Singingi (Kuansing), Riau yang awalnya penuh kegembiraan langsung berubah menjadi kegaduhan, Selasa (11/8/2015) siang.

Kerusuhan ini bermula ketika Jalur Uphae Saghok Ghimbo Dusun dari Kuantan Hilir berhadapan dengan Jalur Siluman Buayo Dayau dari Sitorajo Kari, Kuantan Tengah yang berada di jalan sebelah kanan.

Sesampai di pancang pemisah ke-5, Siluman Buayo Danau langsung tertinggal atas haluan Uphae Saghok Ghimbo Dusun. Bahkan, Siluman Buayo Danau tidak memberikan perlawanan di pertengahan pancang finis. Melihat kondisi ini, masyarakat yang menonton di pinggir Sungai Kuantan bersorak-sorai.

Merasa tersinggung dengan sorakan tersebut, pemacu Siluman Buayo Danau berdiri di atas jalur sambil meneriaki penonton.

Setelah berputar dan mendengarkan keputusan dewan hakim, Siluman Buayo Danau mendayung jalurnya secara perlahan di pinggir sungai. Tepat di depan penonton yang bersorak, pemacunya berhamburan keluar memburu penonton.

Beberapa penonton mencoba untuk melarikan diri. Sedangkan penonton lain langsung memberikan perlawanan. Para pemacu yang naik pitam langsung mengayunkan pengayuh. Masyarakat tidak tinggal diam, mereka langsung mengambil benda keras seperti kayu dan batu.

Melihat kondisi ini, pihak keamanan yang tergabung dari Polri dan TNI langsung bergerak cepat. Meski dapat diredam, namun salah seorang penonton mengalami pendarahan di bagian kepala.

Akhirnya, Siluman Buayo Danau mendapat pengawalan dari panitia sampai ke tambatannya. ***