
PEKANBARU, GORIAU.COM - Hampir setiap sambutan atau pejabat hingga kepala daerah di Riau selalu ditutup dengan satu atau dua buah pantun. Karena kalau tidak membacakannya, tak sedap rasanya saat menutup sebuah sambutan atau pidato di Bumi Lancang Kuning.
Tetapi siapa menyangka, Gubernur Riau (Gubri), H Annas Maamun belum pernah membacakan sebuah pantun sebagai penutup setiap sambutannya. Ternyata ada alasan kenapa Gubri tidak pernah membacakan sebuah pantun.
Cukup sederhana. Gubri menjelaskan pernah suatu ketika sambutan yang dikonsep bagus oleh protokol ternyata tidak berimbang dengan pantun yang disajikan. Ada sebuah pantun yang menurutnya tidak masuk akal.
Bunyinya seperti ini; Dari Pekanbaru ke Tanjung Pinang, Singgah Sebentar di Bukittingi...
Belum sampai melanjutkan pantun tersebut, Gubri merasa ada yang aneh. "Hah, lewat mano tu (lewat kemana itu, red), dari Pekanbaru ke Tanjung Pinang, singgah di Bukittinggi, tak betul pantunnya. Untuk itu saya tak mau lagi berpantun, daripada bikin malu," kata Gubri.
Pengakuan Gubri tersebut disampaikannya beberapa waktu lalu saat memberikan sambutan pada sebuah acara. Memang sejak jadi Gubernur Riau, dirinya belum pernah membaca teks sambutan atau pidato hingga selesai.
Baginya yang penting daftar ucapan hormat kepada yang hadir. Selanjutnya, sambutan diisi dengan pemikirin sendiri. Sambutan atau pidato Gubri sangat dinanti-nanti oleh setiap forum. Karena dirinya selalu mengundang gelak-tawa dengan logat kental melayunya.***