PEKANBARU, GORIAU.COM - Tak sia-sia upaya kepolisian melakukan pengejaran terhadap anak kandung ketua geng motor Pekanbaru, Klewang. Ica, anak kandung Klewang yang juga pimpinan geng motor XTC diringkus di kota Kembang Bandung, Jawa Barat, Minggu (19/5/2013).
Informasi yang diperoleh, selain melakukan aksinya di Pekanbaru, Ica juga melakukan berbagai kejahatan di Kota Bandung. Dia ditangkap karena merupakan buron terhadap berbagai kejahatan.
Ica merupakan pentolan geng motor yang telah ditangkap di Pekanbaru setelah melakukan aksi-aksi kejahatan di berbagai lokasi. Informasi keberadaan Ica itu sebelumnya memang diakui Klewang berada di Jawa Barat yang mengomandoi komplotan geng motor XTC di sana.
Seperti diberitakan sebelumnya, perburuan aparat kepolisian terhadap 'pasukan' Klewang belum putus pada pucuk pimpinan berkucir itu. Ketua geng motor XTC di Bandung, Ica, juga merupakan anak kandung dari Sumardirejo alias Klewang juga akhirnya ditangkap di Bandung, Jawa Barat, Minggu (19/5/2013). Ica diindikasi terlibat sejumlah kejahatan di 'kota kembang'
"Menurut informasi yang saya terima, anak Klewang bernama Ica yang juga ketua geng motor ditangkap di Bandung. Dia juga ketua geng motor di Bandung," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Pekanbaru, Kompol Arief Fajar Satria di Pekanbaru.
Ica kata dia merupakan anak Klewang, pentolan geng motor yang telah ditangkap di Pekanbaru setelah melakukan aksi-aksi kejahatan di berbagai lokasi.
Informasi keberadaan Ica, anam laki-laki Klewang, sebelumnya memang diakui Klewang berada di Jawa Barat, dia mengomandoi komplotan geng motor XTC di sana. "Sampai sejauh ini, baru sejauh itu informasi yang kami terima," kata Arief.
Sementara di Pekanbaru, sebelumnya aparat Kepolisian Resort Kota (Polresta) juga telah berhasil mengamankan lebih dari 20 orang anggota geng motor beserta 'jenderalnya' Klewang dan beberapa 'panglimanya.
Saat ini puluhan anggota geng motor itu telah ditahan di sel tahanan Polresta Pekanbaru untuk menjalani proses penyidikan dan proses hukum lanjutan.
Sebagian besar dari anggota geng motor tersebut bahkan diketahui sebagai remaja belasan tahun yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di Pekanbaru. (fzr)