
PEKANBARU - Realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, mendapat sorotan kritis dari warga setempat. Keluhan ini berpusat pada temuan kondisi makanan yang didistribusikan ke sejumlah sekolah dinilai belum memenuhi standar kelayakan, di mana sajian nasi tercium berbau dan dianggap tidak higienis sehingga anak-anak menolak untuk mengonsumsinya.
Persoalan kualitas asupan gizi siswa ini terungkap ketika masyarakat menyuarakan aspirasi mereka secara langsung kepada Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri yang tengah menggelar agenda reses, Jumat (10/4/2026) siang. Dalam pertemuan terbuka tersebut, elemen masyarakat secara lugas mengkritisi pelaksanaan MBG yang belum berjalan optimal di lingkungan mereka.

"Beberapa orangtua murid menyampaikan keluhannya terkait makanan MBG. Hal itu juga disampaikan oleh guru-guru, mereka meminta agar pemerintah kota melakukan evaluasi terkait ini," ungkap Azwendi saat menanggapi aduan warganya.
Menyikapi temuan lapangan ini, jajaran legislatif memastikan akan segera berkoordinasi bersama Pemerintah Kota Pekanbaru. Titik berat koordinasi diarahkan pada pengetatan sistem pengawasan guna menjamin setiap paket konsumsi yang diberikan benar-benar layak, aman, bersih, dan sesuai takaran gizi bagi kesehatan anak-anak.


"Apalagi ini kan memang program dari Presiden Prabowo Subianto. Dengan semangat presiden tentu kita harus memastikan makanan itu layak, bergizi, dan bermanfaat serta mendukung pertumbuhan anak-anak kita," urainya.
Meski program MBG bergulir sebagai kebijakan nasional yang tidak bisa diintervensi secara langsung oleh otoritas daerah, pihak legislatif menegaskan tetap akan memaksimalkan peran fungsi pengawasan. Lembaga perwakilan rakyat tersebut menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program strategis ini, dengan prasyarat mutlak adanya evaluasi perbaikan kualitas agar manfaat positifnya dapat dirasakan nyata oleh masyarakat bawah.



