RENGAT- Ibarat orang sakit, sepertinya penyakit yang diderita Pt PLN (Perusahaan Listrik Negara) Area Rengat ini sudah sangat kronis, sehingga sulit untuk disembuhkan.

Padahal, dokter yang mengobatinya sudah berganti, namun penyakit yang diderita PLN itu tak kunjung sembuh. Sehingga setiap hari harus makan obat tiga hingga empat kali.

Begitulah gambaran kondisi listrik di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau saat ini. Walau sudah beberapa kali berganti managemen, namun kondisi listrik di Inhu tak kunjung stabil. Bahkan dalam sehari tidak kurang dari tiga sampai empat kali terjadi pemadaman mendadak.

Dan kondisi ini sepertinya sudah menjadi tradisi harian pihak PLN. Parahnya lagi, waktu pemadaman juga tidak menentu. Entah itu pagi, siang bahkan saat magrib dan tengah malam.

"Tak tahu apa maksudnya, entah karena mengirit bahan bakar atau karena ada kerusakan pada mesin pembangkit. Yang pastinya dalam sehari mustahil jika listrik tersebut bisa menyala dengan normal," ujar Naldi (45) warga Pematang Reba kepada GoRiau.com, Rabu (30/12/2015) malam.

Dirinya menilai, pemadaman tersebut ada unsur sengaja yang dilakukan pihak pembangkit. Dengan kondisi padam, tentunya pemakaian bahan bakar akan berkurang.

"Jika kita kalkulasikan dalam sehari listrik padam hingga dua jam, sudah berapa banyak bahan bakar yang tidak digunakan atau terpakai. Sementara, DO setiap bulan pemesanan bahan bakar tetap. Maka dari itu, kuan dugaan ini semua adalah permainan tingkat tingga," ketusnya.

Terlepas dari itu semua, dirinya selaku pelanggan, berharap kepada pihak managemen PLN untuk bisa membenahi dan mengatasi kondisi listrik tersebut, pungkasnya.***