
PEKANBARU, GORIAU.COM - Disaat Pemerintah Provinsi Riau dan masyarakat berupaya memadamkan api yang menimbulkan bencana kabut asap, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga ikut membantu. Tapi, sayangnya bukan api yang dipadamkan, namun aliran listrik ke rumah-rumah warga. Parahnya, pemadaman bergilir itu bisa mencapai 3 kali dalam sehari, persis seperti minum obat.
Buruknya pelayanan PLN ini dikeluhkan warga Kota Pekanbaru, khususnya kawasan Panam, Kecamatan Tampan dan sekitarnya sejak seminggu terkahir. Ulah PLN ini seakan melengkapi penderitaan warga yang sudah kenyang mengisap asap, ditambah matinya lampu.
"Tapi pagi udah mati 2 jam, siang 2 jam, malam ini juga mati lagi. Bukannya memadamkan api, tapi PLN malah sibuk padamkan listrik," umpat Ajo, pedagang nasi goreng di kawasan Panam kepada GoRiau.com, Senin (26/10/2015) malam.
Akibat seringnya PLN melakukan pemadaman bergilir, selain usaha warga terganggu, sejumlah peralatan rumah tangga juga mulai rusak.
"Kita sengaja hidupkan AC di siang hari, biar anak-anak tak main ke luar rumah karena kabut asap, tapi gara-gara lampu sering mati, sekarang AC saya sudah rusak, anak-anak pun kepanasan di dalam ruangan," keluh Meri, salah seorang ibu rumah tangga di Simpang Kualu, Panam.
Seperti dirilis GoRiau.com, Jumat (23/10/2015), Humas PT PLN Wilayah Riau dan Kepri, M Nasri beralasan, saat ini PLN mengalami defisit daya hingga 160 Mega Watt (MW).
"Defisit daya akibat ada gangguan di PLTA Ombilin pada unit 1 dan 2 sekitar 145 MW. Berdasarkan kondisi tersebut, terpaksa PLN melakukan penambahan pemadaman bergilir dari 1 kali sehari menjadi 3 kali sehari dalam waktu 24 jam," kata Nasri.
Selain itu, defisit daya untuk Riau bertambah dari 30 MW menjadi 60 MW juga adanya ganguan pada mesin PLTMG Payosilincah Jambi yang bekisar 50 MW.***