
DURI - Putra warga Duri, Kecamatang Mandau, Bengkalis, Riau yang menderita radang paru-paru ini kini menjadi viral di media sosial dan media lokal online maupun koran. Berbagai komunitas juga turun melakukan penggalangan dana untuk biaya pengobatan mantan perokok berat ini.
Bahkan Suharman, ayah Putra dan Lia yang merupakan kakak Putra tidak pernah menyangka, bakal kedatangan tamu seperti Kapolres Bengkalis, AKBP Hadi Wicaksono, Kapolsek Mandau serta rombongan yang mengaku peduli dengan kondisi kesehatan anaknya.
"Alhamdulillah kesehatan Putra perlahan mulai membaik. Setelah dioperasi kemarin, sekarang nafasnya sudah tidak sesak lagi. Saya tidak pernah mengira akan banyak orang yang peduli dengan kesehatan anak saya ini. Bahkan seorang Kapolres pun sempat datang ke rumah kami memberikan bantuan untuk pengobatan Putra," ujar Suharman didampingi Lia kepada GoRiau.com diruang G, lantai II RSUD Duri, Rabu (13/9/2016).
Diceritakan Suharman, setelah kedatangan Kapolres ke rumahnya, banyak bantuan dana yang datang langsung untuk pengobatan Putra. Hal ini juga menjadi motivasi dan semangat bagi Putra untuk sembuh.
"Putra sendiri punya pengalaman buruk dengan rumah sakit, dulu pernah berobat saat masih kuat dan berat badannya tidak turun seperti saat ini, pihak rumah sakit tidak menyarankan Putra untuk dirawat dan disuruh pulang. Hingga akhirnya kondisinya semakin buruk. Jadi begitu kemarin kita bilang mau operasi, Putra malah menolak karena takut meninggal," beber ayahnya lagi.
Sementara Putra saat diajak berbicara membenarkan perihal ketakutannya mengenai operasi tersebut. "Operasi itu sakit, menyeramkan. Sekarang aja nih pengen rasanya slang ini dicabut," ungkap Putra yang masih dalam proses pemulihan.
Menjelang magrib, ruangan tempat Putra dirawat itu mendadak ramai. Sejumlah anggota dari komunitas hijaber datang membesuk Putra. Dimana komunitas ini adalah pengagas pertama yang mengajak netizen peduli dengan kondisi Putra.
Bahkan, komunitas ini juga membuka jalur bantuan khusus untuk biaya pengobatan Putra melalui media sosial. Penggalangan dana yang sudah dibuka sejak 7 September lalu sudah berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp5 jutaan.
"Penggalangan dana ini akan kita tutup 7 Oktober nanti. Donaturnya tidak hanya dari Duri, sebagian besar donaturnya itu dari luar daerah. Bahkan ada 1 orang donatur yang mengirimkan 2 juta rupiah. Tetapi belum ada yang membantu sebesar Kapolres Bengkalis kemarin," kata Lulu, ketua dari komunitas Hijaber ini saat membesuk Putra di RSUD Duri. ***