TELUKKUANTAN - Walau magrib sebentar lagi menjelang, tak satu pun penonton meninggalkan tempatnya. Mereka masih saja berjejer di kedua pinggir Sungai Kuantan, tepatnya di Tepian Narosa Telukkuantan, Minggu (28/8/2016).

Suara riuh mulai bergemuruh ketika sebuah meriam meledak. Ya, itu pertanda bahwa perpacuan telah di mulai. Seiring dengan kayuh para pemacu, doa-doa bergulir dari masing-masing pendukung.

Inilah pacu jalur putaran final yang gengsi. Sebab, dua jalur yang berpacu sama-sama mempertahankan nama baik kabupaten. Dewi Putri Datuk Lintang Disbun Inhu dengan Indragiri Hulu-nya, sedang Siposan Rimbo RAPP dengan Kuansing-nya.

Tangis dan tawa pun pecah ketika kedua jalur memasuki pancang finish. Dewan hakim pun menyatakan kemenangan milik Siposan Rimbo RAPP dan Dewi Putri Datuk Lintang berada di posisi runner up.

"Alhamdulillah, Siposan Rimbo juara," ujar Syafrizal, fans fanatik Siposan Rimbo yang jauh-jauh datang dari Batam.

"Tak sia-sia saya pulang untuk menyaksikan pacu jalur ini. Ini merupakan kemenangan kita bersama," ujar Syafrizal dengan penuh haru.

Dikatakan Syafrizal, sebelum iven nasional ini bergulir, banyak orang meragukan kemampuan Siposan Rimbo RAPP. Apalagi, pada iven pacu jalur tingkat rayon, Siposan Rimbo tunduk atas jalur Ngiang Kuantan.

"Banyak orang mengatakan Siposan tidak laju lagi. Bahkan, hampir semua orang memprediksi Siposan akan kalah ketika berpacu melawan Tuah Koghi Dubalang Ghajo pada putaran semifinal. Alhamdulillah, Siposan masih yang terbaik," tutur Syafrizal.

Jika dirunut ke belakang, Siposan Rimbo RAPP dibuat pada tahun 2011. Jalur yang disponsori oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) ini sudah menyabet titel tertinggi sebanyak dua kali, yakni pada tahun 2014 dan tahun 2016. Sementara, pada tahun 2013, Siposan Rimbo hanya berada di urutan runner up, setelah kalah dari Untung Betuah dari Rengat.***