
PEKANBARU – Gelora dukungan masyarakat Pekanbaru dalam penilaian Piala Adipura baru-baru ini menyuntikkan semangat baru bagi jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kota. Pelaksana Tugas Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengaku terharu dan terkejut dengan tingkat kepedulian warga yang disaksikannya secara langsung.
“Kemarin saat kami bersama tim penilai Adipura, masyarakat benar-benar luar biasa. Mereka menyambut kami, berkomitmen untuk menjaga kota ini. Bahkan, tiba-tiba kami berdoa bersama, saking inginnya masyarakat ini dapat Adipura kembali. Terharu saya melihatnya,” ujar pria yang kerap disapa Reza saat diwawancarai, Rabu (3/12/2025).
Reza mengatakan, dukungan moril seperti ini menjadi pendorong kuat baginya dan tim untuk bekerja lebih keras, tidak hanya untuk meraih gelar tetapi juga untuk mempertahankan kondisi kebersihan kota secara berkelanjutan. Menurutnya, peningkatan perawatan lingkungan harus terus dilaksanakan pasca-penilaian, karena tujuannya bukan hanya penghargaan, tetapi juga lingkungan yang bersih dan masyarakat yang sehat.
Reza melihat gelombang kepedulian ini sebagai momentum tepat untuk memperkuat program berbasis masyarakat yang telah dijalankan, yakni Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS). Sebelumnya, Reza mengakui kinerja LPS yang mulai beroperasi Juli 2025 sudah memuaskan, meski partisipasi warga baru mencapai sekitar 60%.
Pendekatan LPS yang melibatkan struktur RT/RW mendapatkan apresiasi dari pengamat. Robi Armilus, Ketua Green Society FISIP Universitas Riau, menilai langkah ini solutif.
"Pengelolaan sampah memang seharusnya memiliki lintas koordinasi hingga ke sektor RT/RW karena mereka merupakan pihak yang paling dekat dengan masyarakat. Hal ini membantu meningkatkan kesadaran sekaligus pengawasan di tingkat lokal," ujar Robi.
Ia menambahkan, kehadiran LPS di masing-masing kelurahan merupakan pendekatan yang cukup baik dalam menyelesaikan masalah sampah rumah tangga. "Dengan adanya LPS, partisipasi masyarakat semakin terwujud dan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik," jelasnya.
Meski optimis, Reza tidak menampik bahwa tantangan masih ada, seperti masih munculnya titik-titik pembuangan sampah liar di beberapa lokasi. Namun, ia yakin dengan semangat baru ini, koordinasi dengan masyarakat untuk melaporkan dan mencegah TPS liar akan lebih efektif.
Robi Armilus juga menyampaikan optimismenya terhadap peluang Pekanbaru meraih kembali Adipura. "Dengan penilaian yang melibatkan partisipasi masyarakat dan adanya LPS sebagai bentuk nyata upaya pemerintah, kita cukup optimis. Namun yang terpenting adalah bagaimana semua pihak saling bekerja sama dan bersinergi," tuturnya.
Dalam perjalanannya, Pekanbaru bukan tanpa prestasi di bidang kebersihan. Robi mengingatkan bahwa era Wali Kota Herman Abdullah berhasil meraih Adipura selama tujuh tahun berturut-turut.
"Prestasi itu merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah kota pada isu sampah, dan memantik upaya pemerintah saat ini untuk merebutnya kembali," kata Robi.
Meski berbasis masyarakat, pola yang diterapkan saat ini melalui LPS memiliki perbedaan dengan era sebelumnya. "Di masa Pak Herman, pengelolaan sampah juga dipercayakan kepada masyarakat melalui kecamatan, namun diperkuat dengan pelibatan seluruh OPD dan pembentukan tim independen pengawas dari berbagai stakeholder masyarakat," pungkas Robi.
Dengan belajar dari keberhasilan masa lalu dan menguatkan inovasi partisipatif masa kini, perjalanan Pekanbaru mengembalikan Adipura menjadi sebuah upaya kolektif yang tidak hanya berporos pada sistem, tetapi terutama pada manusianya. ***