PEKANBARU – Meski baru dilantik beberapa bulan, sejumlah Komisioner di Komisi Informasi (KI) dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau, malah mendaftarkan diri sebagai Calon Komisioner Bawaslu Riau.

Berdasarkan data yang dihimpun, dinamika pemilihan komisioner di dua Komisi yang sumber dananya berasal dari APBD Riau ini, terjadi tarik ulur di berbagai elemen.

Baca juga:  Baru Dilantik, Komisioner KPID dan KI Ramai-ramai Daftar Bawaslu Riau, DPRD Riau Singgung Etika Pejabat

Adapun seleksi terhadap dua komisi ini dilakukan oleh Panitia Seleksi (Pansel) yang kemudian menghasilkan 15 nama untuk calon komisioner KI dan 21 nama untuk calon komisioner KPID.

Pansel lalu menyerahkan nama-nama ini kepada Komisi I DPRD Riau, Senin (21/10/2021), untuk selanjutnya dilakukan fit and proper test oleh Komisi I. Disinilah terjadi tarik ulur berbagai pihak.

Tarik menarik ini cukup ketat, karena hampir masing-masing calon mencari dekingan ke berbagai pemangku kebijakan, mulai dari Anggota DPRD Riau, Partai Politik, Kyai kondang, hingga gubernur.

Karena ketatnya persaingan, baik pleno maupun paripurna pengumuman sempat mengalami beberapa kali penundaan, hingga akhirnya DPRD Riau berhasil menggelar paripurna, Senin (22/11/2021).

Meski menang dalam persaingan ketat ini, beberapa dari para komisioner tersebut masih mencoba mencari peruntungan di berbagai peluang, salah satunya rekrutmen di Bawaslu Riau.

Pengamat Pemerintahan, M Rawa El Amady, menyarankan kepada panitia seleksi Bawaslu untuk melihat rekam jejak para calon komisioner, sehingga yang betul-betul tersaring adalah orang-orang berintegritas, bukan pragmatis.

"Mereka ini tidak komitmen dengan amanah yang sudah diberikan. Dengan perilaku mereka begini, wajar kita menduga mereka mencari pekerjaan baru," ujarnya.

Apalagi, Bawaslu merupakan lembaga negara yang sangat penting dalam menjamin demokrasi Indonesia, sehingga seleksi yang dilakukan harus betul-betul ketat, serta menutup ruang untuk 'kutu loncat'.

"Saran saya kepada Pansel Bawaslu, yang sudah duduk di lembaga negara, dicoret saja. Ini masalah integritas, mereka kan sudah diamanahkan, kenapa ditinggalkan amanah itu? Jadi seperti loncat sana loncat sini, mencari yang enak saja," tegasnya.

Sementara itu, Mantan Ketua Komisi I DPRD Riau, Ade Agus Hartanto, enggan memberikan tanggapan. Ade yang kini menjabat sebagai Ketua BK DPRD Riau ini mengarahkan ke Ketua Komisi I yang sekarang.

"Sama Ketua Komisi I sekarang sajalah, saya kan tak disana lagi," katanya, Selasa (19/7/2022).

Adapun nama-nama komisioner KI dan KPID yang dinyatakan lulus sebagai Calon Komisioner Bawaslu Riau diantaranya Bambang Suwarno, Asril Darma, Alnofrizal, dan Falzan Surrahman. ***