TELUKKUANTAN, GORIAU.COM - Puluhan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Teluk Kuantan mengikuti penyuluhan HIV/AIDS bagi Remaja yang digelar PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Selasa (28/4/2015) di aula sekolah, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuansing. Kegiatan penyuluhan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya obat-obatan terlarang dan penyakit yang belum ditemukan obatnya ini.

Hadir sebagai pemateri, dr. Rany Waisya dari tim medis perusahaan di Estate Cerenti RAPP yang menyampaikan dampak negatif dari penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas bagi masa depan remaja.

''HIV/ AIDS merupakan salah satu ancaman bagi generasi muda saat ini. Sekitar 40% usia sekolah dan usia produktif dengan rentang usia 12-29 tahun adalah usia rentan terkena penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini. Jadi, hindarilah hubungan seksual di luar nikah, gunakan alat-alat medis yang terjamin dan steril, serta jangan pernah menggunakan narkoba,'' ujarnya.

Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Teluk Kuantan, Drs. Yahanan merespon positif kegiatan penyuluhan yang diadakan oleh RAPP. Beliau berpendapat para siswa harus mengetahui segala sesuatu terkait penyakit mematikan ini.

''Kami sangat berterimakasih dengan diadakannya penyuluhan ini. Perlu adanya pengetahuan sejak dini mengenai narkoba dan HIV / AIDS mulai dari bahayanya, bagaimana cara penularannya serta pencegahannya sehingga mulai saat ini para siswa dapat mengerti dan mampu menghindarinya,'' katanya.

Asisten Kepala (Askep) Forest Protection Estate Cerenti RAPP, Iswanto mengatakan kegiatan penyuluhan ini merupakan inisiasi perusahaan dalam menyikapi kondisi tanggap darurat narkoba dan HIV/ AIDS akibat maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja akhir-akhir ini. Untuk itu, melalui program Community Development (CD) RAPP, pihaknya menggelar kampanye tersebut mulai dari tingkatan sekolah menengah atas di Teluk Kuantan.

''Perlu dilakukan penyuluhan bahaya narkoba dan HIV/AIDS kepada remaja saat ini, karena mereka adalah generasi yang akan melanjutkan cita-cita bangsa. Apalagi dengan kemajuan teknologi sangat mempengaruhi psikologis para remaja mulai dari pergaulan bebas, penyalahgunaan obat-obatan, serta ketidaktahuan dari remaja untuk memilih dan memilah hal yang positif atau negatif,'' jelas Iswanto yang didampingi Community Development (CD) Officer, Ismed Inono di lokasi acara.

Kegiatan tersebut dimulai dengan penyebaran kuisioner kepada peserta, guna mengetahui tingkat pemahaman mereka terhadap narkoba dan bahaya HIV/ AIDS akibat pergaulan bebas. Selama penyuluhan berlangsung, para siswa tampak aktif dalam mengajukan berbagai pertanyaan dan antusias dalam mendengarkan presentasi serta pemutaran film terkait bahaya narkoba dan HIV/AIDS. Program inisiatif ini rencananya juga akan digelar di SMA 1 Benai di Kuansing dalam waktu dekat. (rls)