
Penetapan Ratusan TersangkaPEKANBARU, GORIAU.COM - Kapolda Riau Brigjen Condro Kirono mengatakan, pihaknya telah dengan serius untuk melakukan penegakkan hukum, menangkap para pelaku kejahatan kehutanan termasuk pembakar lahan.
Data Polda Riau menyebut, sepanjang 2014, aparat telah menetapkan sebanyak 170 tersangka pembakar hutan dan lahan, serta pelaku perambahan dan pembalakan liar.Sebanyak 116 di antaranya ditangkap saat operasi yang digelar sejak Januari hingga Maret 2014 sementara sisanya yakni 54 orang ditetapkan sebagai tersangka sejak April hingga 24 Juni 2014.Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo mengatakan, untuk kasus perambahan dan pembalakan, patut diindikasi juga pelakunya akan melakukan pembakaran untuk pembersihan kemudian mengalihfungsikan hutan menjadi kawasan perkebunan.Jumlah ini, kata dia, bertambah dari sebelumnya yang masih 34 tersangka, dan kemungkinan akan terus bertambah."Sementara untuk proses hukumnya ditangani di masing-masing resor pada kabupaten/kota, terbanyak di Bengkalis dan Rolkan Hilir serta Kota Dumai," katanya.Guntur mengatakan, sejauh ini operasi kebakaran hutan dan lahan masih terus digencarkan sebagai bentuk pencegahan dini.Ia menjelaskan, pelakunya akan ditangkap dan diproses hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.Kepolisian Daerah Riau juga telah menerjunkan Satuan Brimob untuk membantu dalam upaya pemadaman titik kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah kabupaten dan kota."Untuk di seluruh kabupaten atau kota yang ada kebakaran lahan, telah diperbantukan masing-masing satu pleton anggota Brimob," kata Guntur lagi.Ia menjelaskan, pasukan Brimob tersebut akan menjalankan sejumlah misi yang telah dibebankan, termasuk juga membantu dalam upaya pemadaman titik kebakaran hutan atau lahan.AKBP Guntur mengatakan, khusus untuk Kabupaten Rokan Hilir, ada penambahan lebih banyak pasukan Brimob."Jumlahanya tidak pasti, bisa 110 atau 120 orang yang jelas ada sebanyak satu Satuan Setingkat Kompi (SSK)," ungkap Guntur.Ia mengatakan, tambahan pasukan di Rokan Hilir karena di daerah itu terbanyak ditemukan titik panas (hotspot) dan kebakaran lahan.Guntur mengatakan, selain membantu upaya pemadaman, para anggota Brimob tersebut, juga akan menggelar operasi untuk memburu para pelaku pembakar hutan dan lahan. (fzr/ant)