
Upaya AntisipasiPEKANBARU, GORIAU.COM - Kepala Divisi Informasi dan Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo mengatakan, BNPB bersama tim kesatuan dalam tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan serta bencana kabut asap sejauh ini masih terus memonitor perkembangan titik panas di Riau.
"Upaya antisipasi juga terus dilakukan seperti penerapan teknologi modifikasi cuaca maupun water bombing," katanya.Menurut data lembaga tersebut, sepanjang Mei hingga Juni 2014, tim telah melakukan upaya hujan buatan dengan menabur 340.040 kilogram garam (NACL) atau 115 kali sorti.Sementara untuk bom air (water bombing), dalam rentan waktu yang sama juga telah dioperasikan dengan sebanyak 8.209 kali atau 246 sorti.Namun sejauh ini dilaporkan peristiwa kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi di berbagai wilayah kabupaten/kota di Riau, bahkan telah menyebabkan kabut asap kembali menutupi sejumlah kawasan.Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru, Sugarin menyatakan asap akibat kebakaran lahan dan hutan yang mulai melanda daerah pesisir Provinsi Riau, namun belum sampai ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura."Tapi kalau pemerintah tidak cepat mengantisipasi dan titik panas makin banyak, maka sangat berpotensi terbawa angin ke sana," kata Sugarin.Menurut dia, BMKG sudah sejak lama memberikan peringatan dini terkait potensi kebakaran yang meningkat, dan pola arah angin yang mengarah ke Selat Malaka.Ia mengatakan secara umum arah angin kini berhembus dari Tenggara dan berbelok arah ke Timur setelah melintasi garis ekuator.Pola hembusan angin tersebut akan membawa asap hingga mencemari negara tetangga seperti yang terjadi pada 2013, apabila pemerintah terlambat mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan."Apalagi terjadi peningkatan suhu udara yang rata-rata di atas 35 derajat celcius, bahkan di Dumai sempat mencapai 37 derajat. Jadi potensi kebakaran sangat tinggi, dimana hujan sangat minim," katanya.Ia mengatakan, kondisi kering dan panas saat ini masih belum mengindikasikan dampak dari El Nino. Sebab, berdasarkan analisa BMKG masih menunjukan pengaruh El Nino masih relatif lemah ke arah "moderate"."Dampak El Nino baru bisa dikatakan ada dan terasa ketika analisa menunjukan pengaruh yang kuat seperti yang terjadi pada 1997. Apa yang terjadi sekarang adalah kerena pengaruh musim kemarau," katanya.Gubernur Riau Annas Maamun sebelumnya juga telah mengumpulkan para bupati dan wali kota untuk membahas penanggulangan benacana kabut asap.Salah satu upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah adalah dengan membentuk tim peduli api di tiap desa, terutama yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan. (fzr/ant)