
TELUKKUANTAN &ndadh; Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau mengalami peningkatan. Selama Juli 2024, ada 22 titik api dengan luas lahan yang terbakar mencapai 8 hektare lebih.
Demikian disampaikan Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito saat apel pasukan kesiapsiagaan penanggulangan Karhutla, Senin (29/7/2024) pagi di Mapolres Kuansing.
"Selama Juli, kasus Karhutla di Kuansing meningkat seiring masuknya musim kemarau," kata Pangucap. Titik api paling banyak di Kecamatan Singingi Hilir dengan luas lahan 5,5 hektare dan Kuantan Mudik 3 hektare.
Menurut Pangucap, diperlukan kerja sama dan sinergi dalam menanggulangi Karhutla di Kuansing. Apalagi, saat ini ada festival pacu jalur, tentunya tidak menjadi hambatan dalam penanggulangan bencana.
"Penting untuk mampu melakukan prediksi, analisis, identifikasi, dan kajian terhadap risiko bencana. Kemampuan ini memerlukan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik yang canggih maupun tepat guna," kata Pangucap.
Ia menekankan pentingnya melaksanakan kegiatan preemtif dan preventif untuk pencegahan, penanganan, dan pemulihan Karhutla, serta melakukan koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi dengan seluruh stakeholder.
Apel gelar pasukan dihadiri oleh Wakapolres Kuansing Kompol Robet Arizal, Dandim 0302 Inhu-Kuansing yang diwakili oleh Pabung Kuansing Kapten Legimin, Kasat Pol PP Kuansing Rio Kasyterwandra, Kepala BPBD Yulizar M, Ketua PB Anshor Kuansing Agus Wahidin, tim penanggulangan Karlahut RAPP dan Masyarakat Peduli Api.***