
AIR TIRIS, GORIAU.COM - Herman Abdullah disambut ''bak raja'' di negeri sendiri. Calon Gubernur dengan nomor urut 1 yang melakukan halal bi halal dengan masyarakat tiga kenegerian yaitu Air Tiris, Kampar, Rumbio Jaya disambut sekitar 4.000 orang yang sudah memenuhi lokasi acara di lapangan Futsal Faldo, Air Tiris, Senin (26/8/2013) malam. Karena membludaknya massa, sebagian besar warga harus rela berada di luar arena futsal tersebut.
Pantauan di lokasi acara, pada acara ini sebagian besar warga harus rela berdiri demi ingin mengikuti silaturahmi dengan mantan orang nomor satu di Pekanbaru dua periode itu. Seperti diketahui, Herman Abdullah putera Air Tiris, Kecamatan Kampar yang dinilai mampu mengangkat ''marwah'' daerah tersebut.
''Kalau ada family kita yang sudah hebat, dari negeri kita, dia adalah putera Kampar asal Air Tiris, siapa lagi kalau bukan Herman Abdullah yang sudah jelas dan terbukti selama 10 tahun menjadi walikota dan semoga nanti juga akan memimpin Provinsi Riau,'' ucap tokoh masyarakat, Nazir Karim saat mengawali acara.
Sementara tu, H Arman Datuk Majo Kayo, salah seorang tokoh masyarakat yang juga penghulu menyatakan bahwa anak keponakan di tiga kenegrian Air Tiris, Kampar, Rumbio Jaya, harus membulatkan tekad untuk memenangkan Herman Abdullah.
''Ini adalah kebanggan kita, Herman Abdullah adalah keluarga kita, dia sedang mencalonkan diri menjadi Gubernur Riau periode 2013-2018, kita harus solid mendukung,'' tegasnya yang didengarkan oleh seluruh massa yang hadir.
Arman juga mengatakan, putera Kampar atau dari Sungai Kampar belum pernah menjadi gubernur tapi Insyallah Herman akan berhasil dan mampu membawa Riau lebih baik lagi karena Herman adalah orang yang paling bersih.
Sementara Herman Abdullah dalam sambutannya menyampaikan mengucapkan syukur karena bisa bertemu dengan masyarakat Air Tiris dan juga tokoh-tokoh adat, agama dan pemuka. ''Mari kita bersama-sama mempererat tali silaturahmi sesama apalagi dengan anak keponakan, semoga dengan kita bersama-sama kita pasti bisa untuk menuju Riau satu nanti,'' tutur Herman. (rls)