
JAKARTA, GORIAU.COM - Konflik perebutan lahan kembali terjadi di Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau. Warga diteror sejumlah preman yang diduga utusan perusahaan yang diduga ingin menguasai lahan seluas 4.215 hektar.
Tokoh masyarakat setempat, Haji Iskandar mengatakan, masyarakat sudah mengantongi izin dari pemerintah Kabupaten Rokan Hulu untuk menggarap lahan tersebut sejak 2007. Namun, sejak 2008 ada oknum dari perusahaan bidang kelapa sawit ingin menguasai laha tersebut.
"Lahannya ada yang masih hutan, dimitrakan dengan masyarakat untuk kebun kelapa sawit," kata dia kepada Okezone, Senin (26/8/2013).
Tak jarang 10 hingga 20 preman dengan dilengkapi senjata tajam menggangu kenyamanan masyarakat saat berkebun. "Kemarin ada yang berkelahi, preman itu kaya preman mabuk. Kalau masyarakat bekerja terus mereka (preman) datang," terangnya.
Oknum preman itu juga menebar ancaman akan membakar barak dan rumah warga. Kata dia, kemarin, sebuah alat berat dibakar oleh preman. Sebenarnya, lanjut dia, ancaman-ancaman itu sudah dilaporkan warga ke polisi dari tingkat Polsek hingga Polda. Namun, tak ada respon.
"Ini lahan masyarakat bukti legalitasnya diberikan pemerintah. Kalau ada ancaman kan urusan polisi bukan pemerintah. Kita sudah laporkan tapi tidak digubris," terangnya.
Iskandar mengakui bahwa masyarakat belum mengantongi izin Hak Guna Usaha (HGU). Tapi, menurutnya, izin prinsip dan izin lokasi sudah jadi bukti bahwa masyarakat berhak mengolah lahan tersebut.
"Kami tidak ada dukungan selain dari Allah. Kami di posisi benar. Oknum ini tidak punya izin dan tidak punya apa-apa tapi mau menguasai," cetusnya. ***