
JAKARTA - Raja Charles III akan mencetak sejarah baru di Inggris dengan membuka tagihan pajak pribadinya secara transparan. Rincian informasi pajak Raja Charles dijadwalkan rilis ke publik Kamis (25/6/2026) sebagai bagian dari laporan keuangan kerajaan tahunan.
Langkah ini diambil di tengah ketatnya pengawasan publik terhadap keuangan kerajaan Britania Raya. Rentetan skandal finansial terbaru yang menyeret nama adik kandungnya, Pangeran Andrew, membuat masyarakat semakin kritis. Pangeran Andrew diketahui memiliki keterkaitan dengan pelaku kejahatan seksual AS, Jeffrey Epstein.
Auditor pemerintah bulan lalu mengungkap fakta mengejutkan bahwa Pangeran Andrew meraup pendapatan pribadi dari menyewakan pondok-pondok, namun ia hanya membayar "sewa simbolis" untuk sebuah kediaman mewah selama lebih dari dua dekade.
Demi merespons sorotan tersebut, keluarga kerajaan bergegas memperbaiki citranya.
"Keputusan untuk melakukan hal tersebut sebagai Raja/Raja telah diambil atas keinginan langsung Raja sendiri, sebagai bagian dari adaptasi yang dilakukan sejak naik takhta," jelas Juru Bicara Istana Buckingham, Minggu (21/6/2026).
"Tujuan kami adalah untuk menjelaskan semua elemen keuangan kerajaan dengan cara yang semakin meningkatkan kejelasan dan aksesibilitas, sekaligus menempatkannya dalam konteks historis dan konstitusionalnya," tambahnya.
Berdasarkan hukum Inggris, penguasa takhta sejatinya kebal dari kewajiban pajak penghasilan, pajak keuntungan modal, dan pajak warisan. Namun sejak 1993, mendiang Ratu Elizabeth II secara sukarela memilih untuk membayarkan dua jenis pajak pertama. Raja Charles meneruskan tradisi tersebut, di mana ia juga pernah membeberkan tagihan pajaknya saat masih berstatus Pangeran Wales sebelum naik takhta 2022.
Keuangan kerajaan didukung oleh Departemen Keuangan Inggris melalui alokasi Sovereign Grant untuk membiayai tugas-tugas resmi. Di luar itu, raja memiliki sumber pendapatan pribadi dari kekayaan bersejarah Lancaster berupa tanah, properti, dan investasi. Pada periode 2024-2025, Lancaster menyumbang pendapatan fantastis mencapai 26,8 juta poundsterling atau setara Rp 630,6 miliar.***