
SIAK - Alunan kompang dan bait syair Melayu menggema memeriahkan Festival Seni Budaya Melayu Riau di Halaman Siak Bermadah, Sabtu (20/6/2026). Sebanyak 13 kelompok seni unjuk kebolehan membawa pesan pelestarian tradisi dengan mengusung tema Junjung Budaya Negeri Istana.
Festival ini sukses menjadi wadah pertemuan lintas generasi. Di tengah gemerlap panggung yang berlatar kemegahan sejarah, seniman senior hingga anak-anak sanggar berbaur merayakan kekayaan kearifan lokal Kabupaten Siak. Beragam pertunjukan mulai dari silat, tari tradisi, musikalisasi puisi, hingga teater bertema lingkungan hidup ditampilkan secara silih berganti.
Penampilan anak-anak dan remaja menyedot perhatian utama masyarakat yang memadati area pertunjukan. Kepercayaan diri mereka di atas panggung membuktikan bahwa denyut kebudayaan Melayu terus berkembang dan aman di tangan generasi penerus.
"Alhamdulillah walaupun dengan sederhana, tidak bermewah-mewah, tapi terlihat wajahnya senang dan bahagia dari warga Siak malam hari ini. Tentu yang ditunggu tampil malam ini bukan saya, tetapi anak-anak kita dan para seniman yang luar biasa. Mari kita saksikan bersama karya dan kreativitas mereka," urai Bupati Siak, Afni Zulkifli.
Ruang berekspresi seperti ini dinilai sangat penting agar nilai tradisi mampu bertahan di tengah arus modernisasi. Kebudayaan dipandang bukan semata warisan benda mati yang sekadar dijaga, melainkan nyala api yang harus terus dihidupkan melalui kreativitas anak muda.
"Ini bukan hanya proses pelestarian budaya, tetapi juga proses pewarisan tradisi dan kearifan lokal dari generasi sebelumnya kepada anak-anak, serta cucu-cucu kita hari ini," jelas Ketua penyelenggara, Kunni Masrohanti.
Semarak festival malam itu semakin terasa dengan antusiasme penonton dari berbagai kalangan. Tepuk tangan dan sorak apresiasi terus mengalir, menjadikan acara tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan panggung nyata yang merawat identitas asli masyarakat Melayu. ***