SELATPANJANG - 5 orang muda mudi yang sedang minum tuak di Jalan A Yani Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau, kaget bukan kepalang. Bagaimana tidak, sedang asik menenggak minuman dalam botol air mineral itu, mereka dihampiri polisi yang sedang menggelar operasi cipta kondisi jelang Ramadan.

Pantauan GoRiau, muda mudi yang terdiri 4 laki-laki dan 1 perempuan itu minum tuak di gerobak Dulah Pakpahan Jalan A Yani Selatpanjang.

Dari pemeriksaan, pihak polisi berhasil menemukan 35 botol (air mineral 700ml) tuak kelapa. Minuman ini langsung disita oleh polisi.

"Sekarang kan mau menyambut bulan suci Ramadan, harus mensucikan diri. Diangsur-angsur dulu untuk beribadahnya. Kalau muslim berusahalah kalian untuk berubah, kalau bukan muslim, hargai," nasehat Kanit Narkoba, Budi, kepada muda-mudi yang minum tuak itu.

Usai diberikan pengarahan, Budi meminta muda mudi itu membubarkan diri. Kemudian, kepada pemilik gerobak juga diminta menghargai umat muslim dalam menyambut bulan suci Ramadan. Pemilik gerobak dilarang menyediakan tempat untuk warga berhenti sambil minum tuak.

Informasi yang dirangkum GoRiau, operasi Cipkon jelang Ramadan Jumat malam dibagi menjadi dua regu. Dimana, regu pertama dipimpin Kasat Narkoba AKP Joni Wardi dan beberapa anggta, kemudian regu kedua dipimpin Ipda Rumangga.

Regu satu menyisiri daerah Dorak dan regu dua menyisiri beberapa tempat seperti Pelabuhan satu, Pasar Sandangpangan dan Jalan A Yani.

Regu satu berhasil mengamankan satu unit kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat, sedangkan regu dua mengamankan 35 botol minuman tuak kelapa. Sedangkan sasaran operasi malam itu adalam Curas, Curat, Curanmor, Narkoba, dan Premanisme. ***