
TEMBILAHAN- MPI (Masyarakat Peduli Inhil), meminta kepada pihak RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Puri Husada Tembilahan terus memacu peningkatan kualitas dan mutu pelayanan kesehatan.
Peningkatan yang dimaksud, bukan hanya terkait pelayanan teknis kesehatan dan keselamatan pasien, tetapi juga meliputi keramahan, sopan santun, perhatian, empati dan komunikasi yang baik dan terbuka dari komponen rumah sakit kepada para pasien dan keluarganya.
Hal itu, sesuai yang disampaikan anggota MPI, Oyonk Maldini kepada GoRiau.com, Minggu (13/3/2016), dimana ia menjelaskan, bahwa saat dirinya membawa keluarga berobat di tempat tersebut, ia menyaksikan suatu kejadian yang menurutnya tidak memuaskan.
Dimana ia, melihat seorang pria membawa anak laki-lakinya yang sakit ke IGD Puri Husada Tembilahan, dan si anak di baringkan di ranjang dan di periksa sebentar oleh dokter atau perawat jaga.
Tanpa ada tindakan lanjutan, dikatakannya anak tersebut di biarkan di ranjang. Hingga 10 menit kemudian baru ada perawat jaga memanggil untuk segera ke meja administrasi. Namun sang anak menangis karena tidak ingin ditinggalkan sendiri.
Oyonk pun mencoba meminta sang perawat yang menghampiri ayah sang anak, namun sang perawat mengatakan agar membayar biaya sebesar Rp30 ribu dan memberikan resep obat.
''Karena saat itu saya juga mengurus keluarga, saya minta tolong salah satu petugas di sana untuk mengambilkan obat di apotik, namun jawaban yang saya dapat adalah 'maaf saya juga sibuk,'' ujar Oyonk menceritakan kembali.
Atas kejadian itu, ia pun mengaku kesal, dan meminta RSUD Puri Husada lebih mengutamakan penanganan terhadap pasien daripada urusan administrasi.
''Jangan ketika ada orang kaya atau pejabat maupun keluarganya yang sakit, baru dilayani dengan baik. Bukan pelayanan seperti itu yang kita harapkan. Itu tidak benar. Siapapun masyarakat yang datang harus diperlakukan sama,'' cetusnya.
''Saya minta agar rumah sakit milik Pemkab Inhil ini harus mampu memberikan pelayanan kelas dunia kepada semua pasien yang datang tanpa memandang siapa, darimana, jabatannya, ang penting yang datang itu manusia,'' tukas pria bernama asli Fahruddin itu.***