
DURI - Sekitar dua hari yang lalu, seorang balita perempuan yang diperkirakan berusia 4 tahun meninggal dunia karena sudah 3 hari positif menderita demam berdarah dengue (DBD) setelah mendapat perawatan medis.
Menurut keterangan salah seorang anggota keluarganya, korban DBD yang merupakan warga Jalan Sultan Syarif Kasim, Desa Tambusai Batang Dui sempat dirawat di RSIA Mutia Sari selama dua hari dan kemudian dirujuk keluarga ke RSUD Dumai.
"Setelah mendapat perawatan di RSUD Dumai, adik sepupu saya itu meninggal dunia. Panasnya naik turun terus saat dirawat di RSIA Mutia Sari," kata sepupu korban yang enggan namanya disebutkan saat dikonfirmasi GoRiau.com, Selasa (6/9/2016).
Kepala UPT Puskemas Balaimakam, Drg Novi saat dikonfirmasi menyebutkan belum mendapat data kasus DBD yang baru terjadi diwilayahnya. Namun ia berjanji melalui stafnya, akan mengumpulkan data atau mencari informasi mengenai kebenaran berita tersebut.
"Saya baru saja dilantik beberapa hari yang lalu, belum ada juga serah terima jabatan dengan yang lama. Jadi belum efektif masuk kantor, tapi nanti saya akan coba tanyakan dengan staf di puskesmas. Jika nanti memang benar ada, kita akan lakukan upaya untuk memutuskan rantai penyebab terjadinya DBD di lingkungan tersebut," sebut Drg Novi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Muhammad Sukri saat dikonfirmasi GoRiau.com menyebutkan kasus DBD di wilayah Kabupaten Bengkalis bulan Agustus ini meningkat dibandingkan bulan Juli lalu. Namun jika dibandingkan sejak awal tahun lalu, angka ini jauh menurun.
"Bulan Juli masih 40 kasus, Agustus 48 kasus. Untuk Januari sampai Agustus ini tercatat ada 646 kasus. Untuk yang mendinggal di Duri itu, belum ada laporan yang masuk sampai saat ini. Dan 3 bulan terakhir belum ada laporan yang meninggal dunia," ungkap Mohammad Sukri didampingi Irawadi.
Untuk mengantisipasi kasus DBD ini terus meningkat, Dinas Kesehatan sudah mengalokasikan bubuk abate dan kartu pemantau jentik ke seluruh UPT Kesehatan se Kabupaten Bengkalis yang digunakan oleh kader-kader Jumantik dalam rangka larvasidasi secara selektif.***