PEKANBARU, GORIAU.COM - Densus 88 Anti-teror Mabes Polri berhasil mengamankan dua narapidana kasus terorisme yang sempat kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tanjung Gusta Medan, Sumatera Udara. Satu diantaranya diamankan saat usai shalat subuh pada Kamis (22/8/2013) di salah satu masjid yang berada di Kandis, Kabupaten Siak.

Kepala Polres Kabupaten Siak, Riau, AKBP Sugeng Putut Wicaksono mengatakan, seorang lainnya ditangkap saat berada di rumah keluarga mereka di Kandis.

Kapolres mengatakan, penangkapan terhadap Agus Sunyoto alias Syafaruddin alias Gapek (28) dan Ridwan alias Ismail (52) dilajukan pada pukul 05.30 WIB di Jalan Bambu Kuning, Pasar Minggu, Kelurahan Kandis, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau oleh Tim Densus 88 Mabes Polri.

Tim Densus 88 Mabes Polri kata dia, melakukan pengintaian terhadap dua napi terorisme kabur tersebut dengan juga diperbantukan oleh sebanyak 30 anggota Brimob Polda Riau dan sedikitnya sepuluh anggota Polres Siak.

Untuk sementara, kata dia, pemeriksaan terhadap kedua napi terorisme itu masih terus dilakukan di Polsek Kandis, berjarak sekitar 80 kilometer dari Ibu Kota Provinsi Riau, Pekanbaru.

Kapolres mengatakan, lokasi penangkapan kedua teroris tersebut juga cukup jauh dari lintasan utama pada Jalur Lintas Timur. "Berada di dalam perkebunan kelapa sawit sehingga butuh waktu yang cukup lama untuk bisa menjangkaunya," kata dia.

Apakah selain mengamankan dua napi kabur tersebut aparat juga mengamankan warga terindikasi berskongkol untuk "menyembunyikan" buronan itu, Kapolres mengaku belum mendapat informasi detailnya. "Yang jelas sampai dengan saat ini penyisiran masih terus dilakukan di TKP (Tempat Kejadian Perkara)," katanya.

Sebanyak 212 napi sebelumnya kabur di tengah pembakaran Lapas Kelas I Tanjung Gusta, pada Kamis malam (11/7/13) yang dipicu keributan akibat para penghuninya kekurangan air bersih dan listrik mati pada pukul 05.00 WIB dan pukul 17.30 WIB. Hingga hari ini, sebanyak 116 napi termasuk dua napi teroris telah berhasil diamankan dan tersisa sekitar 96napi yang masih berstatus buron.(fzr)