PEKANBARU, GORIAU.COM - Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Riau, Zainal Arifin yang sempat dipilih sebagai salah seorang dari 6 calon assessor Sumber Daya Aparatur Pemprov Riau, akhirnya menolak mengikuti pelatihan diPusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Ciawi, Bogor, Jawa Barat.


Dirinya beralasan, akan menunaikan ibadah umroh. "Kebetulan saya ingin menunaiakn ibadah umroh. Berangkatnya minggu depan," katanya.


Dirinya membantah jika penolakan mengikuti Pusdiklat ini lantara kecewa tidak mendapat posisi di kabinet Plt Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman. "Tidaklah, ini kebetulan saja," sambungnya.


Namun dirinya siap jika diberikan kesempatan sekali lagi oleh Plt Gubri untuk mengikuti Pusdiklat Asessor, dia akan menyanggupinya. "Mungkin kalau ada kesempatan lagi, saya pasti ikut," tuturnya.


Seperti diketahui, Zainal sebelumnya merupakan salah satu dari enam calon Assessor yang ikut Pusdiklat. Namun belakangan dia mundur, sehingga diganti oleh mantan pejabat lainnya, yakni Eko, dari Balitbang Riau.


Saat ini, keenam asessor itu sedang melakukan pelatihan selama 22 hari. Keenam mantan pejabat eselon II itu adalah, Nizhamul (mantan Kepala Kesbangpol Riau), Noverius (mantan Kasatpol PP), Chairul Riski (mantan Kepala Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi), Said Saqlul Amri (mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Kemudian, Edi Syafwanur dan Eko, yang keduanya merupakan eks pejabat di Balitbang Riau.***