
PEKANBARU, GORIAU.COM -Jajaran Kepolisian Daerah Provinsi Riau mengejar target realisasi perubahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) duplikat ke yang asli bahkan hingga lembir bekerja.
"Setelah sebelumnya sempat kehabisan stok material, mulai kemarin kami melakukan upaya optinal bahkan hingga lembur. Akhirnya siap juga 85 ribu STNK," kata Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Riau Kombes Pol Drs Eri Safari di Pekanbaru, Selasa (10/9/2013).
Ia mengatakan, seluruhnya itu merupakan hasil cetak dari jajaran Polda Riau masing-masing Polres dan Polresta. Penerbitannya adalah untuk Juni, Juli dan Agustus 2013.
Kombes Pol Eri mengatakan, sebelumnya sempat terjadi kekurangan material pembuatan STNK di seluruh jajaran Polda Riau, sehingga dilakukan duplikasi sementara dengan pemberlakuan enam bulan.
Namun sejak Senin (9/9), demikian Eri, seluruh material yang dibutuhkan telah kembali datang yakni sebanyak 150 ribu lembar.
Dengan demikian, kata dia, pelayanan penggantian sket dan cap SNK sementara dengan STNK asli spektek 2013 dapat dilakukan. "Sampai dengan hari ini, untuk seluruh jajaran Polda Riau telah menerbitkan sekitar 85 ribu STNK balik nama (rubah identitas), pengesahan, serta perpanjangan," katanya.
Ia mengatakan, pelayanan penggantian STNK duplikasi ke yang asli akan dilakukan dengan dua tahapan pelayanan sesuai dengan nomor urut nomor seri pendaftaran sementara berincikan waktu.
Untuk September ini, demikian Eri, dikhususkan terhadap pelayanan terhadap sket STNK yang dikeluarkan pada Juni, Juli dan Agustus. Kemudian kata dia, akan berlanjut pada Oktober atau dilaksanakan secara simultan dan berkelanjutan sampai pelayanan STNK mencukupi setiap unit pelayanan sehingga mampu normal kembali.
Dikesempatan sama, Kasubdit Regident Dit Lantas Polda Riau AKBP Ery Apriyono mengatakan, dengan kedatangans sejumlah material ini, maka dapat dipastikan pelayanan pembuatan STNK berlahan kembali normal.
"Sebenarnya selama ini dengan keterlambatan material ini, tidak ada masalah dilakalangan masyarakat. Karena kami melakukan sket yang tidak dapat dipalsukan namun berlaku," katanya.(fzr)