PEKANBARU – Menjelang masuknya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menekankan pentingnya menjaga semangat toleransi di tengah keberagaman masyarakat. Seluruh pemeluk agama diharapkan mampu menciptakan suasana teduh dan saling menghargai demi kelancaran ibadah puasa.

Kepala Kesbangpol Riau, Boby Rahmat berharap Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk mempererat persaudaraan lintas iman. Ia mengimbau agar masyarakat yang tidak menjalankan ibadah puasa dapat menunjukkan empati dengan tidak makan atau minum secara terbuka di ruang publik pada siang hari.

“Ketika umat Islam menjalankan ibadah puasa, kami mengimbau agar umat agama lain bisa saling menghormati, misalnya dengan tidak makan dan minum di depan umum,” ujar Boby saat memberikan keterangan kepada GoRiau.com, Kamis (12/2/2026).

Kendati demikian, Boby menegaskan bahwa prinsip toleransi tidak boleh berjalan satu arah. Penghormatan yang sama wajib diberikan kepada seluruh pemeluk agama, baik Kristen, Hindu, Buddha, maupun lainnya, saat mereka merayakan hari besar keagamaan masing-masing. Menurutnya, kerukunan yang sejati lahir dari sikap timbal balik antarumat beragama.

“Begitu juga saat agama lain melaksanakan ibadahnya, kita semua harus bisa menjaga dan menghormati. Toleransi itu harus berjalan dua arah,” tambahnya.

Guna memastikan stabilitas sosial tetap terjaga, Kesbangpol Riau terus mengintensifkan komunikasi dengan berbagai paguyuban serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan setiap pemeluk agama di Bumi Lancang Kuning dapat menjalankan ritual ibadah mereka dengan rasa aman dan nyaman.

Boby meyakini bahwa kemajemukan Riau adalah kekayaan yang harus dijaga dengan komitmen kolektif. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat menahan diri dari tindakan yang berpotensi mencederai kerukunan serta terus memupuk nilai-nilai persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari. ***