PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Pemkab Pelalawan baru saja menutup kegiatan perlombaan membaca al-quran 'Musabaqah Tilawatil Qur'an ke-XII tingkat Kabupaten Pelalawan di Kecamatan Kualan Kampar. Dalam sambutannya, Wabup Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim menyatakan kegiatan agamis itu mempunyai makna untuk memperkuat syiar Islam serta menanamkan pengetahuan Islam bagi masyarakat. Agaknya penanaman budi pekerti dan pengetahuan agama ini patut ditanamkan ke para kelompok geng motor brandal.
Oleh karena itu, Al-Quran sebagai pedoman hidup hendaknyabisa menjadi landasan dalam kehidupan sehari-hari. "Al Quran tidak hanya sekedar dibaca namun diaplikasikan dalam kehidupan. Gerakan membaca Al Quran seperti Maghrib Mengaji diharapkandapat betul-betul berjalan di setiap pelosok Kabupaten Pelalawan," katanya.
Sekretaris panitia MTQ ke-XII yang juga Kabag Kesra Setdakab Pelalawan, H Erwarly, menerangkan bahwa Kecamatan Bandar Seikijang sudah kali ke empat meraih juara umum. Pada MTQ ke-XII yang ditutup Selasa malam (21/5) kemarin Kecamatan Bandar Seikijang kembali meraih juara umum disusul peringkat kedua dari Kecamatan Pangkalan Kerinci dan urutang ketiga Kecamatan Teluk Meranti.
"Piala juara umum adalah piala yang baru karena piala yang lama sudah jadi hak milik Kecamatan Bandar Seikijang karena sudah tigakali berturut-turut meraih juara umum, dan pada MTQ kali ini juga rupanya Bandar Seikijang masih yang terbaik diantara kecamatan lainkarena berhasil juga meraih juara umum," ungkapnya.
Sementara itu, Camat Bandar Seikijang Basyarudin menyatakan bahwa keberhasilan dari Qori dan qoriah Kecamatan Bandar Seikijang meraih juara umum tak lepas dari pembinaan yang kontinue dilakukan hingga ke tingkat desa. "Jadi di tingkat desa ada LPTQ nya juga sehingga bisa memantau bibit-bibit Qori dan Qoriah, begitu juga dengan program Maghrib Mengaji, di Bandar Seikijang hal tersebut sudah berjalan," katanya.Disinggung soal pemakaian jasa qori dan qoriah dari luar, mantan Camat Bunut ini membantah keras hal tersebut. Menurutnya, para qiro-qoriah pihaknya adalah murni dari Kecamatan Bandar Seikijang sendiri.
Apalagi di daerah ini memiliki pesantren Al- Muslimun, tempat qori dan qoriah menimba ilmu. Bahkan ada anak didiknya yang belajar di luar namun dia tetap merupakan aset Kecamatan BandarSeikijang. "Lagian ini adalah kegiatan keagamaan, untuk apa kita berbohong menggunakan berbagai cara guna meraih juara umum. Sekali lagi Sayategaskan bahwa Qori dan Qoriah kita murni bibit dari Kecamatan Bandar Seikijang," tutupnya.(ilm)