JAKARTA -- Hari ini, Kamis (15/7/2021), Matahari tepat di atas Kakbah. Bagi umat Islam di Indonesia ini merupakan waktu yang tepat untuk meluruskan arah kiblat.

Dikutip dari detikcom, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengatakan bahwa fenomena Matahari di atas Kakbah ini disebut Qibla Day atau Istiwaul Azham alias Great Culmination of Mecca atau Global Rashdul Qibla.

''Fenomena ini terjadi ketika deklinasi Matahari bernilai sama dengan lintang geografis Kakbah. Sehingga ketika tengah hari, Matahari tepat berada di atas Kakbah,'' ujar peneliti Lapan Andi Pangerang dikutip dari situs Lapan.

Mengingat sumbu rotasi Bumi miring 66,6ยบ terhadap orbit, maka terjadi pergerakan semu tahunan Matahari. Matahari jadi patokan bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk mencari kiblat. Apabila orang Indonesia mencari ke Barat, orang Jerman mencari ke Selatan dan seterusnya.

Ketika Matahari di atas Kakbah, maka semua bayangan di Bumi akan mengarah langsung ke Kakbah. Saat itu terjadi, maka jadi waktu yang tepat untuk meluruskan arah kiblat.

Fenomena matahari tepat di atas Kakbah jadi acuan untuk mengecek kembali posisi arah kiblat bagi umat Muslim di Indonesia.

Begini cara meluruskan arah kiblat saat Matahari tepat di atas Kakbah:

1. Cari dan tentukan tempat yang akan diuji arah kiblatnya. Cari lokasi yang rata dan lapang, serta tentunya terkena cahaya Matahari. Anda bisa memilih taman, lapangan olahraga, lapangan upacara atau halaman rumah yang terbuka.

2. Catat jadwal kulminasi Matahari di atas Kakbah, hari ini, yaitu pada Kamis, 15 Juli 2021 pukul 09.26 waktu Arab Saudi atau pukul 16.26 WIB / 17.26 Wita / 18.26 WIT.

3. Manfaatkan tiang yang lurus. Bisa tiang basket, tiang bendera, tiang jemuran, tiang net bulutangkis atau voli, tiang pagar dan lain-lain. Jika tidak ada, sediakan tongkat yang lurus atau benang dengan bandul. Pasanglah dengan tegak lurus.

4. Pada saat kulminasi di waktu yang ditentukan, amatilah bayangan pada tiang. Arah kiblat adalah garis dari ujung bayangan menuju bagian pangkal tiang yang menancap di tanah.***