SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Saat Bupati Drs H Syamsuar MSi menjalankan ibadah umroh, diam-diam seluruh camat di Kabupaten Siak pelesiran ke Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) minggu lalu. Perjalanan yang tidak jelas sumber dananya itu nyaris luput dari pantauan media dan masyarakat.

Ternyata, program itu inisiatif dari Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan (Tapem) Setdakab Siak Budhi ‎Yuwono. Tujuannya memberikan wawasan kepada camat di Siak terkait pengembangan UMKM, kebersihan dan objek wisata. 

Budi Yowuno mengaku, keberangkatan seluruh camat tidak dianggarkan secara spesifik di Bagian Tapem. ‎Melainkan diambil dari dana perjalanan dinas masing-masing camat. Sehingga terkumpul anggaran sekitar Rp80 juta untuk menempuh rute Siak, Pekanbaru, Jakarta hingga Lombok, pulang pergi. Entah bagaimana caranya, 14 orang camat, satu orang Kabag dan satu orang staf bisa berangkat ke Lombok, terhitung sejak Selasa (28/4/2015) hingga Jumat (1/5/2015).

"Anggaran khusus memang tidak ada. Disitulah diakali, ditambah dengan anggaran pribadi masing-masing camat," terang Budi, Rabu (6/5/2015).

Kendati jadwal studi banding berakhir Jumat (6/5/2015), lanjut Budhi, namun ada dua orang camat yang memilih pulang hari Minggu, atau memanfaatkan waktu libur. Mereka adalah Camat Kerinci Kanan dan Camat Lubuk Dalam.

"Di sana kita mempelajari pengembangan UMKM dan pengelolaan kebersihan oleh camat. Karena kebersihan dikola camat tanpa APBD atau dengan swadaya masyarakat. Camat memotivasi masyarakat bukan mengelola uangnya," kata Budi.

Terkait UMKM, khususnya camat Siak ditekankan menggali kerajinan untuk souvenir bagi pelancong. Sebab, Siak merupakan daerah destinasi wisata di Riau, apalagi pasar seni juga sudah dibangun di Siak. 

‎"Satu hari penuh di sana. Hari berikutnya, kita melihat objek wisata yang ada di tempat lain. Karena di objek wisata sana boleh berjualan. Kebanyakan pantai, ada juga desa adat suku sasak, yang membuat kerajinan tenun dan memberlakukan hukum adat," kata Budhi.

Sementara itu, Camat Tualang Zulkifli membenarkan bahwa ia ikut dalam rombongan. Namun, ia enggan menjelaskan karena beralasan Kabag Tapem yang berhak menjelaskan program itu ke media.

"Saya pulang hari minggu. Karena penting untuk melihat pengembangan UMKM di sana. Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari sana," kata Zulkifli. 

Camat Kandis Indra Atmaja mengatakan sudah kembali dari NTB pada Jumat pekan lalu. Namun, ia juga tidak mau menjelaskan terkait proses keberangkatan hingga pulang.(nal)