BENGKALIS, GORIAU.COM - Musim hujan jangan kira tidak bisa terjadi kebakaran. Buktinyan rumah panggung kayu milik sepasang suami istri yang sudah lanjut usia (lansia) Atuk Debot (75) dan Nenek Zaitun (70) ludes dilalap si jago merah di tengah tengah hujan lebat, sekitar pukul 01.00 WIB dinihari tadi. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik yang hidup mati sampai 4 kali.

Sepasang suami istri lansia ini menempati rumah panggung. ditemani dua cucunya yang masih kecil. Rumah tersebut terletak di Desa Senggoro, Gang Sepakat jalan Pramuka. Penghuni idak mengira, jika listrik mati hidup tersebut bisa mengakibatkan terbakarnya rumah hingga ludes terkabar tanpa ada barang yang dapat diselamatkan.

Menurut saudara dari anak kemanak suami istri lansia ini, Rudi (25), Senin (17/11/14) pagi, pada saat kakek nenek bersama dua cucunya enak enaknya istirahat, mereka langsung berhamburan keluar dan minta tolong pada tetangga ketika mengetahui api membakar rumah mereka. Tapi apa daya kondisi hujan masih lebat dan para tetanggapun sudah tidur, sehingga rumahpun tak bisa diselamatkanm

"Tadi malam saat hujan lebat, berapa kali listrik mati. Menurut Atuk Debot, saat listrik hidup dengan tiba-tiba itu dari sebelah dapur ada kabel listrik yang terkabar dan api itu langsung menyambar kemana mana. Saya perkirakan rumah itu terbakar disebabkan konsleting listrik," terangnya.

Isi rumah, lanjut Rudi, tak ada yang bisa diselamatkan. Hanya tinggal puing-puing rumah yang sudah jadi abu. Saat ini kakek dan nenek tersebut untuk sementara menumpang d irumah anaknya yang tidak jauh dari rumah yang terbakar.

"Tadi malam memang petugas Damkar tidak ada yang datang, sebab memang saat terjadi musibah kebakaran lagi hujan lebat. Bisa jadi setiap orangpun tidak menduga kalau saat hujan rumah bisa terbakar. Kita perkirakan kerugian atas musibah kebakaran ini mencapai Rp70 juta rupiah," kata Rudi.(jfk)