
PANGKALANKERINCI - Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, memiliki luas sebesar 118.388,69 Ha dengan daya tarik budaya yang sangat dominan. Satu even budaya di Kecamatan Pangkalan Kuras adalah Menumbai Sialang.
Menumbai Sialang adalah kegiatan mengambil madu lebah di pohon sialang, yaitu sejenis pohon yang tinggi dan merupakan tempat yang disenangi oleh lebah liar untuk bersarang.
Sebelum memanjat pohon sialang untuk mengambil madu, biasanya terlebih dahulu dipersiapkan sejumlah peralatan sepeti timbo (ember), tali panjang, tunu/tunam, (sabut kelapa) yang dipasang di ujung galah dan dibakar, dan semangkat atau tangga panjang.
Kegiatan menumbai dipimpin oleh seorang yang dituakan yang disebut dengan Juragan Tuo (juru panjat) dibantu oleh beberapa juru panjat lainnya disebut Juragan Mudo yang membantu juragan tuo disaat menyapu lebah.
Di bawah dibantu juga beberapa orang sebagai pengumpul timbo berisi madu yang diturunkan melalui tali ke bawah.
"Upacara menumbai ini dilakukan pada malam hari disaat bulan gelap," kata Kepala Disbudparpora Kabupaten Pelalawan, H Zulkifli, kepada GoRiau.com.
Bagi masyarakat setempat, terdapat suatu kepercayaan bahwa pohon sialang selalu didiami oleh mahluk halus.
"Waktu menumbai sering pula berhadapan dengan hal-hal gaib, maka pada setiap tahapan memanjat pohon selalu diringi dengan mambaca monto (mantra)," ungkap Zulkifli.
Tak mudah untuk memanjat sialang. Pohon yang ukurannya bisa mencapai dua pelukan lelaki dewasa itu mengandung banyak resiko. Batangnya yang licin tak bisa sembarangan orang untuk memanjat.
Pangkalan Kuras yang sarat dengan wisata adat dan budaya, khususnya untuk even Menumbai Sialang di Desa Sialang Bungkuk. Lokasi ini dapat ditempuh dengan transportasi darat ± 58 KM dari Kota Pangkalan Kerinci.(***)