DURI - Masjid pertama masyarakat Suku Sakai yakni Masjid Babusalam di Kelurahan Pematang Pudu Kecamatan Mandau yang dibangun tahun 1981 silam oleh PT. Caltex yang kini lebih dikenal Chevron, sangat membutuhkan perhatian dari Pemerintah setempat.

Bangunan masjid yang hanya 10x10 meter persegi ini, sangat tidak cukup untuk menampung jamaah yang ingin beribadah. Sehingga, pengurus masjid mengajak masyarakat sekitar untuk bersama membangun atau merenovasi masjid dengan dana swadaya.

"Kita mulai renovasi sejak Oktober 2015 lalu. Dan itu sudah memakan biaya Rp98 juta, yang mana Rp90 juta nya berasalah dari swadaya masyarakat," kata Syaiful Rizal, Ketua Pengurus Masjid Babusalam kepada GoRiau.com, Minggu (3/4/2016) disela kegiatan Bazar Amal dilingkungan sekitar Mesjid.

Mesjid Babusalam yang beralamat di Jalan Bathin Betuah ujung atau yang biasa dikenal dengan proyek Sakai ini, kata Syaiful yang juga Ketua LAMR Kelurahan Pematang Pudu, masih membutuhkan banyak biaya lagi untuk menuntaskan renovasinya.

"Makanya kita membuat kegiatan bazar amal ini. Yang mana keuntungan dari penjualan bazar ini akan disumbangkan untuk pembangunan masjid. Bangunan yang semula akan diperluas menjadi 25x26 meter persegi dengan estimasi biaya mencapai Rp900 juta hingga selesai," jelas Syaiful.

Syaiful juga menyampaikan terimakasih kepada pengurus masjid Babusalam serta pengurus masjid lainnya di Kelurahaan Pematang Pudu yang sudah ikut berperan serta dalam kegiatan bazar amal ini.

"Ada lelalng kue, singgang ayam dan ikan bakar. Dan insyaAllah, Bupati Bengkalis, Amril Mukminin juga dapat merealisasikan pembangunan mesjid suku Sakai ini. Kita sudah sampaikan juga permohonan bantuan untuk masjid ini kepada Bupati Bengkalis," tutupnya. (*/rha)