PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Ribuan batang pohon kelapa milik masyarakat telah ditebang meski tanpa adanya ganti rugi, ribuan pohon kelapa milik masyarakat itu merupakan mesin penghasil uang. Namun ironis, 15 tahun berlalu, jalan yang didambakan, Jalan Lintas Bono tak kunjung bisa untuk dilalui.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Sokoi, Kecamatan Kuala Kampar, Tasrib, Senin (9/2/2015). Dikatakannya, sejak 2004 lalu pohon-pohon kelapa milik masyarakatnya telah ditebang.

"Kalau dihitung jumlahnya, lebih lah ribuan batang. Kami semua mendukung, karena berharap jalan itu nantinya pembuka isolasi dan mengingkatkan ekonomi," katanya.

Tapi apa hasilnya lanjut Tasrib, hingga memasuki tahun ke 15 jalan lintas yang diharapkan jauh dari yang didambakan. Kalau isolasi antar desa hingga kabupaten memang sudah terbuka. Tapi kondisi jalan, masih sangat memprihatinkan.

"Saat ini, warga masih kesulitan melewatinya. Jangankan bawa barang-barang pakai motor sendiri saja kepayahan," ungkapnya.

Padahal lanjut Tasrib, jika pohon-pohon kelapa seusia lebih 15 tahun itu masih tegak, tentu tidak sedikit hasil yang dipetik masyarakat. Kondisi jalan buruk menuju Desa Sokoi berdurasi sekitar 60 kilometer dan yang masih parah sekitar 60 kilometer lagi.

"Tapi sampai sekarang begitulah kondisinya, jalan terbuka lebar kondisi tetap saja buruk. Apalagi jarak 60 kilometer yang cukup jauh itu mulai dari Desa Pulau Kecamatan Teluk Meranti," bebernya.

Dikatakannya, pihaknya hanya berharap Plt Gubri dan anggota DPRD Riau dapat merealisasikan jalan yang didambakan itu secepatnya. Karena dirinya tahu jalan lintas tersebut merupakan proyek Pemprov Riau.

Setakad informasi, Jalan Lintas Bono digagas sejak Bupati Pelalawan HT Azmun Jaafar,SH. Pembangunan jalan ini masuk program Merangkai Kampung Membangun Negeri.

Jalan yang diperkirakan lebih dari 167 kilometer ini membuka isolasi 3 kecamatan yakni Kecamatan Bunut, Teluk Meranti dan Kuala Kampar dan puluhan desa ditiga kecamatan tersebut.

Saat ini, kondisi sudah sangat bagus, khususnya yang melintasi Kecamatan Bunut. Sementara Kecamatan Teluk Meranti kondisi mulai membaik jika dibandingkan desa yang ada di Kecamatan Kuala Kampar khususnya Desa Sokoi.(***)