PEKANBARU, GORIAU.COM - Kebutuhan bahan pokok dan harian meningkat jelang lebaran. Masyarakat diimbau agar berhati-hati dalam berbelanja. Tidak sedikit barang-barang yang diperlukan tersebut bersifat oplosan atau bercampur dengan bahan lainnya.
Seperti daging, yang menjadi ciri khas keluarga untuk menyantap hidangan lebaran. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau meminta agar masyarakat berhati-hati dalam membeli daging.
Karena isu beredarnya daging impor yang tidak sehat di pasaran mulai mencuat. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau M Firdaus mengakui, biasanya banyak beredar daging tidak higienis menjelang lebaran Idul Fitri.
"Kami terus melakukan cek lapangan. Begitu juga imbauan kepada masyarakat yang mengonsumsi daging agar untuk berhati-hati memilih daging di pasar," kata Firdaus, Senin (13/7/2015) di Pekanbaru.
Firdaus mengaku, pihaknya sudah mendengar informasi beredarnya daging impor yang tidak sehat beredar di pasaran. Sebagian besar biasanya, daging impor yang dijual adalah gading lama yang diawetkan.
Dia menambahkan, masyarakat harus cerdas memilih daging yang layak untuk dikonsumsi agar bisa menjamin kesehatan. Pemprov Riau sudah mengintruksikan instansi dan pihak untuk melakukan pengawasan terhadap beredarnya daging yang tidak sehat.***