PEKANBARU, GORIAU.COM - Hasil positif yang didapat Tim Sepakbola Riau dan Jawa Tengah di laga perdana masing-masing ternyata tidak akan mempengaruhi kala kedua tim bertemu siang ini di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XIII Yogyakarta, Senin (25/11/2013).

Karena panitia pelaksana pertandingan menerapkan sistem gugur, otomatis laga berat ini merupakan pertaruhan 'hidup dan mati' kedua tim. "Jadi semua laga adalah partai fina, kita harus menang jika ingin lolos ke babak selanjutnya. Hasil laga perdana tidak mempengaruhi," kata Pelatih Sepakbola Riau, Abrar kepada wartawan.

Pada Pomnas tahun ini, Riau mengirimkan Tim Sepakbola Universitas Islam Riau (UIR). Pada laga perdana, Riau menang bye. Sementara Jawa Tengah berhasil melumat Banten dengan skor telak 5-0 tanpa balas. Ini menjadi beban berat bagi Riau untuk menjajal laga dengan misi menang.

"Kita tidak ingin kecolongan dipertandingan penting ini. Seluruh pemain harus berjuang penuh jika ingin terus melaju ke fase berikutnya. Jateng bagus, mereka unggul dengan finishing touch yang baik,'' terang Abrar.

Seperti diketahui, pada ajang multi iven tahun ini, Tim Riau yang dimanajeri Syahrul Akmal Latif memboyong sebanyak 19 pemain yang sudah dipersiapkan sejak satu bulan yang lalu. Hampir 70 persen skuat yang diboyong ke Yogyakarta merupakan pemain jebolan Liga Pelajar Indonesia (LPI) tahun lalu di Bandung.

Menghadapi Jawa Tengah, diperkirakan jajaran pelatih akan menunrunkan Gusti Nur Ihsan di bawah mistar, menyusul Boyelino, Arengga Saputra, Jamilus dan Zurian di lini belakang. Sementara kreator lini tengah dipercayakan pada Zulkhairi Amami, Joni Taufik, Rio Tutrianto dan M Alsyari. Duet striker akan diisi Ifrawadi dan Yusuf Edo.(rls)