
PEKANBARU, GORIAU.COM - Riau menjadi salah satu provinsi yang belum siap untuk menghadapi pasar tunggal Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Faktor infrastruktur seperti jalan dan dermaga serta masalah power atau listrik di Riau masih belum memadai. Bila tidak dialakukan percepatan dalam berbagai sektor pembangunan, Riau akan tergilas dan hanya menjadi penonton di negerinya.
Menurut Guru Besar dari Universitas Riau (UR) Prof. Dr. Zulkarnaian di acara Bincang Publik di Kantor Ombudman RI Perwakilan Riau, Kamis (15/1/2015), dalam era MEA ini, persaingan dunia bisnis lintas negara akan semakin besar. Pemberlakuan pasar tunggal ini akan berpengaruh bagi negara-negara di dalamnya. Apabila tidak siap, maka akan banyak masalah yang muncul.
"Bisa saja Rumah Sakit (RS)Mahkota Malaysia akan buka di Riau. Sebab ribuan orang setiap tahun yang datang dari Riau untuk berobat ke RS Mahkota Malaysia," kata Direktur Program Pasca Sarjana UR ini.
Berdasarkan data dari Asia Competitiveness Institute Singapura, Zulkarnaian menyampaikan bahwa daya saing Riau secara keseluruhan berada pada rangking 9 se-Indonesia dengan skor 0,3731. Namun sedikit membaik di bidang stabilitas ekonomi, yaitu rangking 8 dengan skor 0,1504 dan kondisi finansial di rangking 7 dengan skor 0,5280.
"Untuk bidang perencanaan pemerintah Riau berada di rangking 14 dengan skor 0,3109. Rangking yang buruk juga ada di bidang kualitas hidup dan pembangunan infrastruktur, yaitu di level 16 dengan skor 0,2667. Ranhking terbaik secara keseluruhan ada pada DKI,'' tandas Zulkarnaian.(wdu)