
TELUKKUANTAN – Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau Suhardiman Amby mengatakan banyaknya kasus alih fungsi lahan. Dimana, lahan pertanian dijadikan sebagai lahan perkebunan.
Kondisi ini berdampak pada penurunan produksi padi di Kuansing. Selain itu, faktor penyebab turunnya produksi beras akibat elnino.
Hal ini disampaikan Suhardiman saat berdialog dengan masyarakat pada kegiatan Subuh Barokah di Masjid As Shalihin Baserah, Ahad (15/10/2023) pagi.
Dalam kesempatan itu, masyarakat menyampaikan keluhan mahalnya beras akhir-akhir ini.
Menurut Suhardiman, banyak sawah di Kuansing tidak digarap oleh masyarakat. Sebagian ada lahan yang disulap menjadi kebun sawit.
"Krisis pangan ini karena faktor elnino. Selain itu, masyarakat kita banyak yang tak menanam padi. Lahannya tidur dan ada yang ditanam sawit. Makanya, jangan diubah-ubah (alih fungsi) lagi," ujar Suhardiman.
Untuk mencukupi kebutuhan pangan di dalam negeri, pemerintah Indonesia melakukan impor beras. Sementara, sumber beras di Kuansing umumnya dipasok dari Sumatera Barat.
"Sekarang masih untung Vietnam tidak perang, kalau sempat perang, payah kita nak makan. Makanya, pemerintah menggalakkan menanam padi, kita punya sumber daya alam melimpah," kata Suhardiman.
Dalam mengatasi ancaman krisis pangan, Pemkab Kuansing menyiapkan lahan 55 ribu hektare. Selain itu, Pemkab Kuansing melalui Dinas Pangan, Holtikultura dan Ketahanan Pangan terus berupaya meningkatkan produksi beras. Caranya dengan meningkatkan indeks tanam.
Saat ini, sebagian kelompok tani sudah melakukan IP200.
"Mudah-mudahan, upaya ini bisa memenuhi kebutuhan pangan dalam daerah," tutup Suhardiman.***